Jumat, 11 November 2011
Rabu, 02 November 2011
Contoh Proposal LK 2 Tingkat Nasional HMI
I. DASAR PEMIKIRAN
Masyarakat Indonesia yang relijius dewasa ini sedang terpuruk dalam himpitan krisis dan terbelakang dalam berbagai aspek kehidupan. Laporan pengamat asing satu dekade yang lalu tentang Indonesia yang penuh dengan the lousy work ethics and serious corruption (etos kerja yang payah dan korupsi yang nemen) ternyata kini tidak bisa digugat lagi. Krisis ekonomi yang kemudian menjadi krisis politik, diyakini bersumber dari krisis moral. Pembangunan nasional yang selama ini berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan terciptanya stabilitas nasional terbukti telah meruntuhkan sendi-sendi moral dan etik yang seharusnya melandasi seluruh praktek politik dan ekonomi bangsa ini. Kenyataan ini sudah sewajarnya dibaca sebagai kegagalan pembangunan di bidang agama. Agama yang seharusnya memberikan sumbangan terbesar dalam pembentukan budaya dan moralitas luhur bangsa tidak mampu memberikan landasan etis bagi penciptaan manusia Indonesia yang berbudi luhur atau akhlaqul karimah. Salah satu inti sikap budi luhur adalah amanah atau trust yang agaknya selama ini masih jauh dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran agama sementara ini sering dipisahkan dari kepedulian sosial dan lingkungan. Sebagai konsekuensi logis muncullah dikotomi wahyu dengan alam, wahyu dan akal, serta antara wahyu dan realitas sosial. Dikotomi yang pertama telah menyebabkan kemiskinan penelitian empiris dalam pendidikan agama serta jauhnya apresiasi kaum agamawan terhadap alam Indah Indonesia, samudra nang cantik, dan dikotomi kedua telah melanggengkan wajah keberagamaan yang monotonik. Sedangkan dikotomi yang ketiga telah mengabsahkan sikap keberagamaan yang lebih mementingkan kesalihan pribadi dari kesalehan sosial.
Kontrol sosial demikian melemah dalam sosio-relijus budaya kita karena kaum elit agama terlalu menyatu dengan kekuasaan serta umat sudah terbiasa dalam iklim ketidak jelasan dan budaya pasif. Social control yang lemah pada dasarnya juga diakibatkan oleh ketidak seimbangan pemahaman ajaran hablum minallah (in bond with God) dan hablum minannas (in bond with people). Karena ajaran yang terakhir tidak populer maka masyarakat kita sudah terkondisi dalam tradisi dan suasana yang membiarkan korupsi melembaga. Penyebab korupsi total ini di antaranya disebabkan pemahaman dan penghayatan agama yang lebih mementingkan seremoni di atas substansi, ritual di atas kekhusyukan pribadi, serta kesalehan pribadi di atas kesalehan sosial dan kelaparan rakyat. Dengan kata lain masih tampak jelas fenomena keberagamaan yang sering memilah-milah kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, serta berekonomi.
Jika kita menemukan kenyataan tradisi menghormati berbeda pendapat yang merupakan salah satu tiang demokrasi, lemah dalam dunia Islam khususnya di Indonesia, barangkali hal ini tidak bisa dipisahkan dari suburnya ajaran taqlid (irrational appeal: dalam bahasa ilmiah), fanatisme dalam budaya kita, serta kolonialisme Belanda yang sangat lama. Perlu kita renungkan mengapa demokrasi ternyata lebih mulus berjalan di Filipina, Thailand, dan Malaysia yang memiliki mantan penjajah non-Belanda. Melihat kenyataan ini kita harus memutar arus untuk mengembangkan tradisi menghormati dan mencari hikmah beda pendapat yang dilandasi dengan moral agama. Menarik untuk disimak bahwa dalam al-Qur'an tidak kurang dari 170 kali kata sami`a disebutkan dengan berbagai macam bentuk dan substansinya.
Berbagai masalah sosial budaya dan keagamaan yang terjadi semakin memperjelas dan meyakinkan kita bahwa masalah kemerosotan moral dan kemiskinan adalah masalah kita bersama. Budaya bangsa kita disamping memiliki unsur-unsur positif harus diakui juga mengandung unsur-unsur negatif. Mental agraris telah mewarnai mentalitas manusia Indonesia. Cara pandang agraris mencerminkan sikap statis, tidak produktif karena pasrah pada siklus waktu. Melihat kondisi ini, culture of poverty (kultur miskin) yang masih menjadi ajang perdebatan para sosiolog, bisa jadi sah-sah saja dialamatkan ke bangsa kita. Hal-hal tersebut mengundang pemikiran mendalam untuk menata kembali kehidupan beragama yang lebih menyejukkan, santun, damai, dan peduli terhadap masalah-masalah social.
Akhirnya tolak ukur keberhasilan pembinaan agama di sini bukan lagi diukur dari jumlah, angka-angka tapi lebih dari sisi kualitas keberagamaan (relijiusitas) seseorang, kelompok, masyarakat, dan bangsa. Sejauh mana agama menjadi penggerak utama (prime-mover) dinamika kehidupan bermasyarakat dan berbangsa dan sejauh mana agama memberi response dan solusi positif terhadap permasalahan-permasalahan sosial seperti kemiskinan, krisis moral, korupsi, kolusi, ketidakadilan, dan lain-lain. Agama tidak akan lagi dijadikan sebagai alat legitimasi untuk pembangunan di satu pihak, dengan melupakan penyakit-penyakit pembangunan, dan perubahan sosial yang lebih esensial di sisi lain.
Persoalan Umat dan bangsa adalah persoalan HMI yg berbasiskan Negara Indonesia, Sudah seharusnyalah HMI Merespon dan kemudian memberikan jawaban terhadap kondisi yg terlanjur menyelimuti sendi sendi kehidupan yang ada di Indonesia. Berangkat dari pemikiran di atas, maka HMI Cabang Limboto bermaksud mengadakan Intermediate Training (Latihan Kader II) Tingkat Nasional sebagai upaya dalam Merefleksi Kondisi Umat Dan Bangsa serta membangun tradisi intelektual di HMI sekaligus menjadikan pengetahuan sebagai arus utama dalam Problem Solving.
II. NAMA KEGIATAN
Nama kegiatan ini adalah ” Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cab. Limboto”.
III. TUJUAN DAN TARGET
a. Tujuan :
Terbinanya Kader HMI yang mempunyai Kemampuan intelektual dan mampu mengelola organisasi serta berjuang untuk meneruskan dan mengemban misi HMI.
b. Target :
• Memiliki Kesadaran Intelektual ytang kritis, Dinamis, Progresif, Inovatif, dalam memperjuangkan misi HMI
• Memiliki kemampuanh manejerial dalam berorganisasi
IV. LANDASAN KEGIATAN
• Refleksi tafsir Al-Quran berkenaan dengan fitrah manusia (Ar-Rum:30), pengakuan terhadap Tuhan sebagai Zat Pencipta ( Al-Araf : 172) Kesetaraan (Al-Hujarat : 13), Keshalehan Individu maupun Kedalehan Sosial (Al-Qashash : 5 dan Al-Araf : 37)menegakan Kebenaran ( Al-Imran : 110), dan Ikhlas dalam perjuangan ( Al-An’am : 162-163)
• Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) HMI.
• Pedoman Pengkaderan Himpunan Mahasiiswa Islam
V. WAKTU DAN TEMPAT
Tempat : Gedung Marten Liputo, Kab. Gorontalo
Waktu : Jum’at - Sabtu, 01 April – 9 April 2011
VI. MATERI KEGIATAN
a. Materi screaning
1. Ke-Islaman
2. Konstitusi (Ke-HMI-an)
3. Nilai-nilai Dasar Perjuangan
4. Manajemen Kepemimpinan dan Organisasi
5. Mision HMI
6. Wawasan Nasional
7. Makalah
b. Materi Kegiatan LK II
1. Teori-teori perubahan sosial
2. Pendalaman mission HMI
3. Pendalaman Nilai-nilai Dasar Perjuangan NDP HMI
4. Pendalaman idieopol stratak
5. Pendalaman kepemimpinan dan manajemen organisasi
6. Materi-materi yang mengacu pada tema kegiatan
VII. METODE PENCAPAIAN KEGIATAN
• Dalam pengelolaan latihan kader II ( intermediate training) untuk mencapai tujuan dan target digunakan metode sebagai berikut : ceramah, diskusi, studi kasus (simulasi), presensi dan testing Evaluasi Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan latihan dan pencapaian target latihan, penilaian:
a. Makalah dan uji makalah
Pengujian makalah dilakukan berdasar pada presentasi makalah pada saat training (Ditentukan Oleh MOT/SC) sedangkan pada saat screening hanya dilakukan pengujian aspek judul, perumusan makalah, sistematika penulisan, relevansi teori, judul dan masalah, penggunaan data, analisa dan solusi pemecahan masalah serta referensi. Penilaian presentasi makalah dilakukan secara partisipatif (peserta) dan oleh pemandu.
b. Kemampuan intelektual (kekayaan wacana, daya analisis dan kritis)
c. Pemahaman tentang nilai-nilai keislaman dan kebangsaan
d. Aktifitas forum
Penilaian aktifitas forum berdasarkan pada :
• Argumentasi/feed back
• Keterkaitan dengan masalah
• Analisa masalah
• Etika forum
e. Kepemimpinan (sikap moral dan kepekaan social)
f. Disiplin
Penilaian kedisiplinan berdasarkan pada kehadiran setiap session dengan tepat waktu dan keseriusan dalam mengikuti materi.
g. Penugasan (tertulis) dan presensi
Penilaian tertulis berdasarkan pada :
Selisih pre test dan post test
Resume Banding Baik indifidu maupun kelompok
VIII. BOBOT PENILAIAN DAN SKALA PENILAIAN
a. aspek kognitif 40%
b. aspek apektif 30%
c. aspek psikomotorik 30%
1. 0 – 50 = Tidak Lulus
2. 51 – 100 = Lulus Besyarat
3. 101 – 200 = Lulus Cukup
4. 201 – 500 = Lulus Memuaskan
IX. PESERTA KEGIATAN
Kegiatan ini akan diikuti oleh utusan dari HMI cabang Se-Indonesia sesuai kualifikasi panitia yang memenuhi persyaratan dengan penilaian sebagaimana terlampir.
XI. SUMBER ANGGARAN KEGIATAN
Dalam kegiatan LK II tingkat nasional HMI cabang Limboto ini kami menggunakan dana yang berasal dari:
1. Kas HMI cabang Limboto
2. Sumbangan instansi pemerintahan dan swasta
3. Sumbangan simpatisan dan alumni HMI
4. Kontribusi peserta
5. Sumber dana yang halal dan tidak mengikat
XII. ORAGANISASI KERJA
Organisasi kerja LK II tingkat Nasional HMI Cabang Limboto ini terdiri dari Master Of Training (MOT) sebagai pemandu jalannya kegiatan, steering commite (SC) sebagai tim pengarah dan Organizing comittee (OC) sebagai panitia pelaksana
XIII. LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Persyaratan Peserta
2. SK Susunan Panitia Penyelenggara
3. Anggaran Biaya Kegiatan
4. Agenda Acara
5. Daftar peserta
XIV. PENUTUP
Demikian proposal ini kami susun sebagaimana acuan pelaksanaan kegiatan Intermedite Training (LK II) Tingkat Nasional HMI Cabang Limboto untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya, serta sebagai pertimbangan berbagai pihak dalam memberikan bantuan. Semoga kegiatan ini mampu memberikan kontribusi dan sumbangsih yang positif dalam pengembangan Sumber Daya Insani pembangunan bangsa. Semoga apa yang kita berikan dan lakukan mendapat Ridha Allah SWT. Amin
Billahitaufiq Walhidayah
Wassalu alaikum Wr. Wb.
Limboto , 5 Rabiul Akhir 1432 H
9 Maret 2011 M
Organizing Committee
Intermediate Training (LK II)
HMI Cabang Limboto
Ttd Ttd
Rustam Yusuf Andre Bone
Ketua OC Sekretaris
Mengetahui,
PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
HMI CABANG LIMBOTO
Ttd
FACHMI RUDIAWANSYAH MOPANGGA
KETUA UMUM
Lampiran I
PERSYARATAN PESERTA INTERMEDITE TRAINING ( LKII ) TINGKAT NASIONAL IMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) CABANG LIMBOTO
PERSYARATAN
A. Persyaratan Umum.
1.Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan panitia.
2.Menginformasikan tentang keikutsertaan sebagai peserta kepada panitia 3 (tiga) hari sebelum tanggal pelaksanan.
3.Menyerahkan surat mandate atau rekomendasi dari pengurus HMI cabang asalnya masing-masing
4. Menyerahkan pas fhoto 3x4 sebanyak 4 lembar
5. Membayar kontribusi sebesar Rp. 150.000,- (Seratus Limu Puluh Ribu Rupiah), tanpa negosiasi .dan Dengan
rincian sebagai berikut :
No Keperluan Jumlah (Rp)
1 Makan, snack, dan penginapan selama training 136.000,-
2 ID Card 5.000,-
3 Block Note 5.000,-
4 Map 1.000,-
5 Sertifikat 3.000,-
Jumlah Total 150.000,-
6. Peserta wajib terlebih dahulu mengikuti Screening
7. Panitia mempunyai hak mencabut status peserta
8. peserta diwajibkan menghafal hadis maximal10 hadis dan mengetahui serta memaknai isi al-qur’an
9.Apabila salah satu tidak terpenuhi dari persyaratan, maka dipersilahkan dengan segala hormat untuk tidak datang.
B. Peryaratan Khusus.
1. Anggota HMI yang telah 6 (enam) bulan lulus LK I (Basic Training) dibuktikan dengan menyerahkan sertifikat LK I
2. Wajib membuat makalah dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Makalah sesuai tema yang telah ditentukan oleh panitia, pada masing-masing cabang.
b. Makalah diketik rapi minimal 18 lembar, Paper A4, karakter huruf Times New Roman, size 12, Line spasi 1,5, Margin : top 4 cm, Left 3 cm, Bottom 3 cm, Right 3 cm.
c. Makalah dibuat 3 rangkap.
d. Makalah dibuat dengan kaidah karya tulis Ilmiah.
e. Referensi pendukung makalah min 10 buku ( tidak termasuk artikel,Koran,dan internet.) dan referensi tersebut dibawa saat Screening makalah.
Lampiran II
SURAT KEPUTUSAN
NO : 036/KPTS/A/4/1432 H
TENTANG
KOMPOSISI PANITIA INTERMEDIATE TRAINING (LK-II)
HMI CABANG LIMBOTO
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Dengan senantiasa mengharap Ridho dan Rahmat Allah SWT, pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Limboto, setelah :
MENIMBANG : 1. Bahwa demi lancarnya kegiatan INTERMEDIATE TRAINING (LK-II)Tingkat Nasional HMI Cabang Limboto maka perlu diterbitkan SK Kepanitiaan;
2. Bahwa demi kelancaran proses pelaksanaan kegiatan tersebut pada point (1) maka perlu di bentuk Komposisi Panitia
MENGINGAT : 1. Anggaran dasar HMI;
2. Anggaran Rumah Tangga HMI,
MEMPERHATIKAN : 1. Pedoman perkaderan HMI;
2. Hasil keputusan rapat 4 Desember 2010 dan 8 Maret 2011 tentang Pembentukan Organizing Commite dan Stering Comittee Intermediate Training (LK-II) HMI Cabang Limboto
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN : 1. Mengesahkan Komposisi Panitia (LK-II) HMI Cabang Limboto sebagaimana terlampir.
2. Surat keputusan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab;
3. Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau kembali tekecuali terdapat kekeliruan di dalam penetapannya.
Billahittaufiq Wal hidayah
Ditetapkan di : Limboto
Pada tanggal : 5 Rabiul Akhir 1432 H
9 April 2011 M
Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam
(HMI) Cabang Limboto
Ttd
FACHMI R. MOPANGGA
KETUA UMUM
Ttd
Ronal Van Mansyur
WASEKUM
Lampiran II: SURAT KEPUTUSAN NO : 036/KPTS/A/4/1432 H TENTANG KOMPOSISI PANITIA
INTERMEDIATE TRAINING (LK-II) TINGKAT NASIONAL HMI CABANG LIMBOTO
Penanggung Jawab : FACHMI R. MOPANGGA (KETUA UMUM HMI CABANG LIMBOTO)
MOT : IRVIN NEHRU
STERING COMMITTEE : SOFYAN ISHAK
USMAN H. BAY
ZAITUN K.DJABI
RAHMAD MOHAMMAD
YUSLAN SAMADI
AGUSTI M. GOMA
RINA MOBI
SILVIANA YUNUS TANIU
MOHAMAD AVAN SUYANTO
GHALIB LAHIDJUN
ISKANDAR BASOAN
GUSTAN GOMA
STENLI NIPI
NUR ISTYAN HARUN
SEYHAN ALAMRI
RUSTAM YUSUF (ex. Office)
1. KETUA : Rustam Yusuf
2. SEKERTARIS : Andre Bone
3. BENDAHARA : Santi Pakaya
4. SEKSI-SEKSI
a. ACARA
KOORDINTAOR : Iramaya Nusa
ANGGOTA - Jefri Jakaria
- Hadijah Hamzah
- Suharti
- Mirwana Pammu
-Harty Bachtiar
b. ADMINISTRASI
KOORDINTAOR :Mimin Yunus
ANGGOTA - Ramin Lanio
- Meylandris Laima
- Abdul Wahab Olii
- Izkar
- Nurwita Ismail
c. DANA
KOORDINATOR : Melisa Towadi
ANGGOTA - Indri Pomou
- Olvin Mayorina JS. Pakili
- Putra Mokodompit
- Eva Rahmawati Haras
d. PERLENGKAPAN
KOORDINTAOR : Riyanto Ismail
ANGGOTA - Yoslan K. Koni
- Yowan Sukarna
- Abdulrahman Adjilahu
- Ayub Rasyid
- Infrans Mayulu
e. DOC DAN PUBLIKASI
KOORDINATOR : Marten Abas
ANGGOTA - Suleman Adjilahu
- Ronal Anwar
- Fredi Eyato
- Ismail Dani
- Yasin Mahadjani
f. TRANSPORTASI
KOORDINATOR : Romatun Alamri
ANGGOTA - Siska Ahaya
- Chandra
-Fader Zuberi
- Minarty Mobonggi
- Betris Udonti
g. KEAMANAN
KOORDINATOR : Riyan Nasaru
ANGGOTA - Sucipto Potabuga
- Jamal
- Rois Potale
- Siska Yusuf
h. KONSUMSI
KOORDINATOR : Vita Charolina Kahar
ANGGOTA - Sri Nispa Y. Slamet
- Marmawira Kau
- Susan Pakaya
- Selin Due
- Wati Mada
- Wati Maya
i. KESEHATAN
KOORDINATOR : LKMI HMI Cabang Limboto
Lampiran III
ESTIMASI DANA INTERMEDIATE TRAINING (LK II) TINGKAT NASIONAL HMI CABANG LIMBOTO
Tanggal 01 – 09 April 2011
1. Kesekretariatan
No. Uraian Volume Satuan Harga Satuan (Rp) Jumlah
1 Kertas Kop 2 rim 85,000 170,000
2 Amplop Berkop 1 dus 25,000 25,000
3 Tinta Printer 3 buah 25,000 75,000
4 Pengiriman Proposal 100 buah 100,000 1,000,000
5 Penggandaan Draft materi 61 buah 10,000 610,000
6 Stiker 200 buah 2,000 400,000
7 Id Card Panitia dan Peserta 80 buah 500 40,000
8 Stempel Panitia 1 buah 30,000 30,000
9 Tinta dan bantalan 1 buah 10,000 10,000
10 Spidol 10 buah 5,000 50,000
11 Kwitansi 1 buah 5,000 5,000
12 Komunikasi 20 buah Voucer 50,000 1,000,000
13 Pembuatan Vandel 20 buah 100,000 2,000,000
14 Kertas Plano 150 buah 250 37,500
Jumlah 5,452,500
2. Akomodasi dan Transportasi
No. Uraian Volume Satuan Harga Satuan (Rp) Jumlah
1 Sewa Gedung (8Hari) 1 Ruang 1,000,000 8,000,000
2 Sewa Kamar (6 hari) 65 kamar 50,000 19,500,000
3 Sewa Mobil (6 hari) 1 unit 300,000 1,800,000
5 BBm 100 liter 4,800 480,000
Jumlah 29,780,000
3. Perlengkapan, Publikasi dan Dokumentasi
No. Uraian Volume Satuan Harga Satuan (Rp) Jumlah
1 Spanduk 8 lembar 200,000 1,600,000
2 Dekorasi 1 paket 500,000 500,000
3 Bendera HMI/merah putih 200 buah 9,000 1,800,000
4 Perlengkapan sidang 1 paket 200,000 200,000
5 Cuci cetak film 3 buah 50,000 150,000
6 PPK 1,500,000
Jumlah 5,750,000
4.Konsumsi
No Uraian Volume Satuan Harga Satuan (Rp) Jumlah
1 Snack pembukaan 250 buah 3,000 750,000
2 Makan pembukaan 250 buah 7,000 1,750,000
3 Makan peserta 61x3x6 orgxhari 7,000 7,686,000
4 Makan panitia 20x3x6 orgxhari 7,000 2,520,000
6 Cofee dan Snack Peserta 61x2x6 orgxhari 3,000 1,098,000
7 Aqua 10 kardus 25,000 250,000
Jumlah 14,054,000
REKAPITULASI
No Uraian Jumlah
1 Kesekretariatan 5,452,500
2 Akomodasi dan Transportasi 29,780,000
3 Pubdekdok 5,750,000
4 Konsumsi 14,054,000
Jumlah 55,036,500
Jumlah keseluruhan biaya adalah 55,036,500 (Lima Puluh Lima Juta Tiga Puluh Enam Ribu Lima Ratus Rupiah)
Informasi hubungi:
1. Fachmi Mopangga (Ketua Umum) : 085256678813
2. Rustam Yusuf (Ketua Panitia) : 085256406405
3. Andre Bone (Sekretaris Panitia) : 085240255920
4. Gustan Goma (Kabid PA) : 085256907168
Lampiran IV
AGENDA ACARA
INTERMEDIATE TRAINING (LK II) TINGKAT NASIONAL
HMI CABANG LIMBOTO
Jum’at, 01 April 2011
Waktu Materi Pemateri/Pelaksana
07.00-11.00 Regristasi Peserta OC
11.00-13.00 Ishoma
13.00-23.30 Screening Peserta Team Screening
Sabtu, 02 April 2011
08.00-18.30 Lanjutan Screaning Team Screaning
19.00-19.30 Persiapan Pembukaan OC
19.30-21.00 Upacara Pembukaan
Membangun tradisi Intelektual : upaya menjadikan pengetahuan sebagai arus utama dalam Problem Solving.
Anas Urbaningrum
Dr. Ir. Gusnar Ismail (Gubernur Gorontalo)
21.00-23.00 Pengantar Assesment peserta; pemahaman bersama mengenai muatan latihan, tujuan, metodologi dan Membangun Landasan IntermediateTraining Pemandu
Minggu, 03 April 2011
Waktu Materi Pemateri/Pelaksana
07.30-08.30 Persiapan Acara OC
08.30-09.00 Pre Test Pemandu
09.00-12.00 Materi I
TEORI-TEORI PERUBAHAN SOSIAL
“SCIENTIFIC Islam : Interpretasi Paradigma Islam Dalam Kultur Sosial”
• Prof. Dr. Amien Rais (Mantan Ketua MPR-RI)
• Razak Umar (Intelektual Muda)
• Funco Tanipu (Akademisi)
12.00-13.00 Ishoma
13.00-16.00 Materi II
TEORI-TEORI PERUBAHAN SOSIAL
Perhelatan Teori-teori Sosial di Dunia Barat dan Islam.
• Prof. M. Dawam Rahardjo (Intelektual Muslim)
• Basri Amin (Intelektual Muda)
16.00-16-30 Isho
16.30-17.30 Diskusi Kelompok Peserta
17.30-19.00 Ishoma
19.00-22.00 Materi 3
Sinergi HMI : upaya mendekonstruksi golden frezzar.
• Andi Sukmono Kumba
• Hamzah Sidiq
22.00-23.30 Pendalaman Materi Pemandu
Senin, 04 April 2011
Waktu Materi Pemateri/Pelaksana
07.30-08.00 Persiapan Acara OC
08.00-09.00 Review Materi Peserta
09.00-12.00 Materi IV
HMI Dalam Sejarah : Refleksi dan Kritik Terhadap Fase-fase HMI
• Prof. Dr. Agussalim Sitompul
12.00-13.00 Ishoma
13.00-16.00 Materi V
Gerakan Organisasi Mahasiswa : Mewujudkan Independensi dan perjuangan HMI.
Kabid PTKP PB HMI
16.00-16.30 Isho
16.30-17.30 Diskusi Kelompok Peserta
17.30-19.00 Ishoma
19.00-22.00 Materi VI
Pendalaman NDP
“Gerakan Pengetahuan Sebagai Proses Objektifikasi Terhadap Nilai-nilai Keislaman”
• DR. Muh. Sabry AR, M.Ag
• Muclisani Ichsan
22.00-23.30 Pendalaman Materi Pemandu
Selasa, 05 April 2011
Waktu Materi Pemateri/Pelaksana
07.30-08.00 Persiapan Acara OC
08.00-09.00 Review Materi Peserta
09.00-11.00 MateriVII
Pendalaman NDP
“Relasi Nilai-nilai Islam Sebagai Pondasi Gerakan Pengetahuan dan Pembangunan Peradaban Indonesia Abad 21 .
• Thoriq Modanggu (Cendekiawan Muslim)
11.00-13.00 Ishoma
13.00-16.00 Materi VIII
Pendalaman Mission
“Mempertegas Independensi HMI : otokritik terhadap landasan perjuangan kader HMI.
• Sekjen PB HMI
2010-2012
16.00-16.30 Isho
16.30-17.30 Diskusi Kelompok Peserta
17.30-19.00 Ishoma
19.00-22.00 .Materi IX
Pendalaman Mission
Aktualisasi Mission HMI : Antara Idealitas dan realitas”
• Noer Fajriansyah
Ketum PB HMI
2010- 2012
22.00-23.30 Diskusi Kelompok Peserta
Rabu, 06 April 2011
Waktu Materi Pemateri/Pelaksana
07.30-08.00 Persiapan Acara OC
08.00-09.00 Review Materi Peserta
09.00-12.00 Materi X
Upaya pemberantasan mafia Hukum :
Antara harapan dan kenyataan.
• Egy Sudjana
• Kapolda Gorontalo
• Kajati Gorontalo
12.00-13.00 Ishoma
13.00-16.00 Materi XI
Transformasi Nilai : membentuk karakter generasi berbudi luhur upaya merefleksi sistem Pendidikan ,
• Dr. Amir Joneng
• Prof. Dr. Nelson Pomalingo
• Weni Liputo
16.00-16.30 Isho
16.30-17.30 Diskusi Kelompok Peserta
17.30-19.00 Ishoma
19.00-22.00 Materi XII
KMO
Urgensi kepemimpinan dalam manajemen strategis kelembagaan gerakan sosial
• Dr. Sulastomo (Mantan Ketua Umum PB HMI)
• Marten Taha (Ketua DPRD Prov. Gorontalo)
• Dahlan usman
22.00-23.30 Diskusi Kelompok Peserta
Kamis, 07 April 2011
Waktu Materi Pemateri/Pelaksana
07.30-08.00 Persiapan Acara OC
08.00-09.00 Review Materi Peserta
09.00-11.00 Materi XIII
IDIOPOLSTRATAK
“Islam dan Politik Mewujudkan Peradaban bangsa
• Anas Urbaningrum (Mantan Ketua Umum PB HMI)
• Elnino M. Husain Mohi (Anggota DPD R)
11.00-13.00 Ishoma
13.00-16.00 Materi XIV
IDIOPOLITORSTRATAK
“Nilai Etik Politik Dalam Pandangan Islam”
• Dr. Ir. Akbar Tandjung (Politisi)
• Arifin Dzakani (Anggota DPRD Prov. Gorontalo )
16.00-16.30 Isho
16.30-17.30 Diskusi Kelompok Peserta
17.30-19.00 Ishoma
19.00-22.00 Materi XV
Pengembangan Kepemimpinan kaum muda : Upaya mewujudkan demokrasi yang bermartabat dan berwibawa.
• Ahmad Dolli Kurnia
• Rusdiyanto Monoarfa
• Amin Mootalu
22.00-23.30 Diskusi Kelompok Peserta
Jum’at, 08 April 2011
Waktu Materi Pemateri/Pelaksana
07.30-08.00 Persiapan Acara OC
08.00-09.00 Review Materi Peserta
09.00-12.00 Materi XVI
Gender dalam persfektif Hukum dan Sosial
• Lilan Dama (Akedemisi)
• Sri Dewi Nani (Aktifis perempuan)
12.00-13.00 Ishoma
13.00-16.00 Materi XVII
Ekonomi Pancasila: antara harapan, tantangan dan peluang dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera
• Bupati Gorontalo Utara
16.00-16.30 Isho
16.30-17.30 Analisa dan Studi Kasus Lapangan Peserta
17.30-19.00 Ishoma
19.00-22.00 Diskusi Kelompok
Peserta
22.00-23.30 Post Test (Evaluasi Akhir) Mot/SC
Sabtu, 09 April 2011
Waktu Materi Pemateri/Pelaksana
08.00-09.00 Perumusan Rekomendasi Peserta
09.00-09.30 Persiapan Acara Penutupan OC
09.30-12.00 Upacara Penutupan
12.00-13.30 Ishoma
13.30-....... Sayonara
Lampiran V
DAFTAR PESERTA
INTERMEDITE TRAINING (LK II) HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
(HMI) CABANG LIMBOTO
Asal Cabang Code Makalah Jumlah Utusan
BADKO HMI NAD
HMI Cabang Banda Aceh I 1
HMI Cabang Lhokseumawe II 1
HMI Cabang Langsa III 1
HMI Cabang Takengon IV 1
HMI Cabang Sigli V 1
HMI Cabang Meulaboh VI 1
HMI Cabang Kutacane VII 1
HMI Cabang Kota Jontho Aceh Besar VIII 1
HMI Cabang Tapak Tuan IX 1
BADKO HMI SUMATERA UTARA
HMI Cabang Medan X 1
HMI Cabang Binjai XI 1
HMI Cabang Langkat XII 1
HMI Cabang Kisaran Asahan XIII 1
HMI Cabang Pematang siantar XIV 1
HMI Cabang Labuhan batu XV 1
HMI Cabang Padang sidempuan XVI 1
BADKO HMI SUMATERA BARAT
HMI Cabang Padang XVII 1
Hmi cabang Solok I 1
Hmi cabang Sawahlunto Sijunju II 1
Hmi cabang Lubuk Sikaping III 1
Hmi cabang Batu Sangkar IV 1
Hmi cabang Paya Kumbuh V 1
Hmi cabang Bukit Tinggi VI 1
Hmi cabang Padang Panjang VII 1
Hmi cabang Pariaman VIII 1
BADKO HMI RIAU-KEPRI1
HMI Cabang Pekanbaru IX 1
HMI Cabang Renget X 1
HMI Cabang Dumai XI 1
HMI Cabang Tembilahan XII 1
HMI Cabang Jambi XIII 1
HMI Cabang Batam XIV 1
BADKO HMI SUMBAGSEL
HMI Cabang Palembang XV 1
HMI Cabang Indralaya XVI 1
HMI Cabang Lubuk linggau XVII 1
HMI Cabang Sungai penuh I 1
HMI Cabang Sorolangun II 1
HMI Cabang Muara berlian III 1
HMI Cabang Bangka IV 1
HMI Cabang Pangkal pinang V 1
HMI Cabang Bandar lampung VI 1
HMI Cabang Metro VII 1
HMI Cabang Batu raja VIII 1
HMI Cabang Bengkulu IX 1
HMI Cabang Curup X 1
HMI Cabang Muara bungo XI 1
HMI Cabang Kerinci XII 1
BADKO HMI JABOTABEKA-BANTEN
HMI Cabang Jakarta (P) Barat XIII 1
HMI Cabang Jakarta pusat-utara XIV 1
HMI Cabang Jakarta Selatan XV 1
HMI Cabang Jakarta timur XVI 1
HMI Cabang Cilegon XVII 1
HMI Cabang Karawang I 1
HMI Cabang Ciputat II 1
HMI Cabang Bogor III 1
HMI Cabang Persiapan Kota Bogor IV 1
HMI Cabang Bekasi V 1
HMI Cabang Depok VI 1
HMI Cabang Serang VII 1
HMI Cabang Pandeglang VIII 1
BADKO HMI JABAR
HMI Cabang Bandung IX 1
HMI Cabang Subang X 1
HMI Cabang Sukabumi XI 1
HMI Cabang Garut XII 1
HMI Cabang Tasikmalaya XIII 1
HMI Cabang Ciamis XIV 1
HMI Cabang Jatinangor-Sumedang XV 1
HMI Cabang Kuningan XVI 1
HMI Cabang Purwakarta XVII 1
HMI Cabang Kabupaten bandung I 1
HMI Cabang Majalengka II 1
HMI Cabang Karawang III 1
HMI Cabang Cianjur IV 1
HMI Cabang Cirebon V 1
HMI Cabang Persiapan Indramayu VI 1
BADKO HMI JATENG-DIY
HMI Cabang Pekalongan VII 1
HMI Cabang Bulaksumur VIII 1
HMI Cabang Magelang IX 1
HMI Cabang Purwokerto X 1
HMI Cabang Kudus XI 1
HMI Cabang Surakarta XII 1
HMI Cabang Yogyakarta XIII 1
HMI Cabang Persiapan Kebumen XIV 1
HMI Cabang Solo XV 1
HMI Cabang Persiapan Blora XVI 1
HMI Cabang Semarang XVII 1
HMI Cabang Sukoharjo I 1
HMI Cabang Salatiga II 1
BADKO HMI JATIM
HMI Cabang Malang III 1
HMI Cabang Ponorogo IV 1
HMI Cabang Surabaya V 1
HMI Cabang Jember VI 1
HMI Cabang Persiapan Pacitan VII 1
HMI Cabang Tulungagung VIII 1
HMI Cabang Kediri IX 1
HMI Cabang Bojonegoro X 1
HMI Cabang Banyuwangi XI 1
HMI Cabang Pamekasan XII 1
HMI Cabang Jombang XIII 1
HMI Cabang Tulung agung XIV 1
HMI Cabang Bangkalan XV 1
HMI Cabang Pasuruan XVI 1
HMI Cabang Sumenep XVII 1
HMI Cabang Pacitan I 1
BADKO HMI NUSRA
HMI Cabang Denpasar II 1
HMI Cabang Mataram III 1
HMI Cabang Kupang IV 1
HMI Cabang Bima V 1
HMI Cabang Singaraja VI 1
HMI Cabang Selong VII 1
HMI Cabang Sumbawa VIII 1
BADKO HMI KALBAR
HMI Cabang Pontianak IX 1
HMI Cabang Singakawang X 1
HMI Cabang Sintang XI 1
HMI Cabang Mempawah XII 1
HMI Cabang Ketapang XIII 1
BADKO HMI KALTIM
HMI Cabang Samarinda XIV 1
HMI Cabang Tenggarong XV 1
HMI Cabang Balikpapan XVI 1
BADKO HMI KALSEL-KALTENG
HMI Cabang Banjarmasin XVII 1
HMI Cabang Palangkaraya I 1
HMI Cabang Barabai II 1
HMI Cabang Bajar baru III 1
HMI Cabang Amuntai IV 1
HMI Cabang Pers Kuala Kapuas V 1
HMI Cabang Kandang VI 1
BADKO HMI SULTENGGO
HMI Cabang Manado VII 1
HMI Cabang Tondano VIII 1
HMI Cabang Bitung IX 1
HMI Cabang Bolaang Mangandow X 1
HMI Cabang Limboto XI 15
HMI Cabang Gorontalo XII 5
HMI Cabang Palu XIII 3
HMI Cabang Poso XIV 3
HMI Cabang Luwuk Bangai XV 3
HMI Cabang Toli-Toli XVI 3
HMI Cabang Persiapan Boalemo XVII 3
BADKO HMI SULSELRA
HMI Cabang Makasar I 1
HMI Cabang Makasar Timur II 1
HMI Cabang Gowa Raya III 1
HMI Cabang Kendari IV 1
HMI Cabang Bone V 1
HMI Cabang Bulukumba VI 1
HMI Cabang Bau-Bau VII 1
HMI Cabang Palopo VIII 1
HMI Cabang Unhas IX 1
HMI Cabang Pinrang X 1
HMI Cabang Pare-Pare XI 1
HMI Cabang Wajo XII 1
HMI Cabang Soppeng XIII 1
HMI Cabang Polemaju XIV 1
HMI Cabang Sidrap XV 1
HMI Cabang Maros XVI 1
HMI Cabang Persiapan Jeneponto XVII 1
BADKO HMI MALUKU-MALUKU UTARA
HMI Cabang Ambon I 1
HMI Cabang Tual II 1
HMI Cabang Ternate III 1
HMI Cabang Namlea-Buru IV 1
BADKO HMI PAPUA
HMI Cabang Jayapura V 1
HMI Cabang Monokwari VI 1
HMI Cabang Merauke VII 1
HMI Cabang Fak-Fak VIII 1
HMI Cabang Sorong IX 1
Nomor : 01/B/OC-LK2 /04/1432 H
Lamp. : Satu Bundelan Proposal
Perihal : Permohonan Delegasi Kepada yang terhormat,
Pengurus HMI Cabang Se-Indonesia
Di,-
Tempat
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Teriring salam dan do’a semoga Allah SWT, senantiasa melimpahkan rahmat, taufiq serta hidayah-Nya kepada kita sekalian dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Amin
Sehubungan dengan akan diselenggarakannya Intermediate Training (LK - 2) Tingkat Nasional HMI cabang Limboto, maka kami memohonkan partisipasi saudara / (i) untuk mengirimkan delegasi sebagai peserta pada kegiatan dimaksud yang insyaAllah akan di selenggarakan pada :
Hari / tanggal : Jumat – Sabtu, 01- 09 April 2011
Tempat : Gedung Marten Lipotu, Kab. Gorontalo, Prov. Gorontalo
Demikian permohonan ini kami sampaikan, atas perhatian, peran sertanya dan kerjasama diucapkan terima kasih.
Demikian permohonan ini kami sampaikan, atas bantuan dan kebijaksanaannya diucapkan terima kasih.
Billahittaufiq wal hidayah
Wassalamua’laikum Wr.Wb
Limboto, 5 Rabiul Akhir 1432 H
9 Maret 2011 M
Organizing Committe
Intemediate Training (LK-2)
Tingkat Nasional HMI Cabang Limboto
Ttd Ttd
Rustan Yusuf Andre Bone
Ketua Sekretaris
Mengetahui,
Pengurus (HMI) Cabang Limboto
Ttd
FACHMI R. MOPANGGA
KETUA UMUM
BIODATA PESERTA
INTERMEDIATE TRAINING (LK II) TINGKAT NASIONAL
HMI CABANG LIMBOTO
Nama :______________________________________
Tempat/ Tanggal Lahir : _____________________________________
Alamat : _____________________________________
Asal Cabang : _____________________________________
No Telp. / HP : _____________________________________
Riwayat Organisasi
1. ____________________________________ Tahun ___________
2. ____________________________________ Tahun ___________
3. ____________________________________ Tahun ___________
4. ____________________________________ Tahun ___________
5. ____________________________________ Tahun ___________
Jenjang Perkaderan
1. ______________________________________________________
2. ______________________________________________________
3. ______________________________________________________
4. ______________________________________________________
Motto Hidup
_____________________________________________________________
Karya yang pernah dipublikasikan
1. ______________________________________________________
2. ______________________________________________________
3. ______________________________________________________
4. ______________________________________________________
5. ______________________________________________________
Limboto , ____________ 2011
(___________________________)
Diposkan oleh Fac_HmI di 23:04
I. DASAR PEMIKIRAN
Masyarakat Indonesia yang relijius dewasa ini sedang terpuruk dalam himpitan krisis dan terbelakang dalam berbagai aspek kehidupan. Laporan pengamat asing satu dekade yang lalu tentang Indonesia yang penuh dengan the lousy work ethics and serious corruption (etos kerja yang payah dan korupsi yang nemen) ternyata kini tidak bisa digugat lagi. Krisis ekonomi yang kemudian menjadi krisis politik, diyakini bersumber dari krisis moral. Pembangunan nasional yang selama ini berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan terciptanya stabilitas nasional terbukti telah meruntuhkan sendi-sendi moral dan etik yang seharusnya melandasi seluruh praktek politik dan ekonomi bangsa ini. Kenyataan ini sudah sewajarnya dibaca sebagai kegagalan pembangunan di bidang agama. Agama yang seharusnya memberikan sumbangan terbesar dalam pembentukan budaya dan moralitas luhur bangsa tidak mampu memberikan landasan etis bagi penciptaan manusia Indonesia yang berbudi luhur atau akhlaqul karimah. Salah satu inti sikap budi luhur adalah amanah atau trust yang agaknya selama ini masih jauh dalam kehidupan sehari-hari. Ajaran agama sementara ini sering dipisahkan dari kepedulian sosial dan lingkungan. Sebagai konsekuensi logis muncullah dikotomi wahyu dengan alam, wahyu dan akal, serta antara wahyu dan realitas sosial. Dikotomi yang pertama telah menyebabkan kemiskinan penelitian empiris dalam pendidikan agama serta jauhnya apresiasi kaum agamawan terhadap alam Indah Indonesia, samudra nang cantik, dan dikotomi kedua telah melanggengkan wajah keberagamaan yang monotonik. Sedangkan dikotomi yang ketiga telah mengabsahkan sikap keberagamaan yang lebih mementingkan kesalihan pribadi dari kesalehan sosial.
Kontrol sosial demikian melemah dalam sosio-relijus budaya kita karena kaum elit agama terlalu menyatu dengan kekuasaan serta umat sudah terbiasa dalam iklim ketidak jelasan dan budaya pasif. Social control yang lemah pada dasarnya juga diakibatkan oleh ketidak seimbangan pemahaman ajaran hablum minallah (in bond with God) dan hablum minannas (in bond with people). Karena ajaran yang terakhir tidak populer maka masyarakat kita sudah terkondisi dalam tradisi dan suasana yang membiarkan korupsi melembaga. Penyebab korupsi total ini di antaranya disebabkan pemahaman dan penghayatan agama yang lebih mementingkan seremoni di atas substansi, ritual di atas kekhusyukan pribadi, serta kesalehan pribadi di atas kesalehan sosial dan kelaparan rakyat. Dengan kata lain masih tampak jelas fenomena keberagamaan yang sering memilah-milah kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, serta berekonomi.
Jika kita menemukan kenyataan tradisi menghormati berbeda pendapat yang merupakan salah satu tiang demokrasi, lemah dalam dunia Islam khususnya di Indonesia, barangkali hal ini tidak bisa dipisahkan dari suburnya ajaran taqlid (irrational appeal: dalam bahasa ilmiah), fanatisme dalam budaya kita, serta kolonialisme Belanda yang sangat lama. Perlu kita renungkan mengapa demokrasi ternyata lebih mulus berjalan di Filipina, Thailand, dan Malaysia yang memiliki mantan penjajah non-Belanda. Melihat kenyataan ini kita harus memutar arus untuk mengembangkan tradisi menghormati dan mencari hikmah beda pendapat yang dilandasi dengan moral agama. Menarik untuk disimak bahwa dalam al-Qur'an tidak kurang dari 170 kali kata sami`a disebutkan dengan berbagai macam bentuk dan substansinya.
Berbagai masalah sosial budaya dan keagamaan yang terjadi semakin memperjelas dan meyakinkan kita bahwa masalah kemerosotan moral dan kemiskinan adalah masalah kita bersama. Budaya bangsa kita disamping memiliki unsur-unsur positif harus diakui juga mengandung unsur-unsur negatif. Mental agraris telah mewarnai mentalitas manusia Indonesia. Cara pandang agraris mencerminkan sikap statis, tidak produktif karena pasrah pada siklus waktu. Melihat kondisi ini, culture of poverty (kultur miskin) yang masih menjadi ajang perdebatan para sosiolog, bisa jadi sah-sah saja dialamatkan ke bangsa kita. Hal-hal tersebut mengundang pemikiran mendalam untuk menata kembali kehidupan beragama yang lebih menyejukkan, santun, damai, dan peduli terhadap masalah-masalah social.
Akhirnya tolak ukur keberhasilan pembinaan agama di sini bukan lagi diukur dari jumlah, angka-angka tapi lebih dari sisi kualitas keberagamaan (relijiusitas) seseorang, kelompok, masyarakat, dan bangsa. Sejauh mana agama menjadi penggerak utama (prime-mover) dinamika kehidupan bermasyarakat dan berbangsa dan sejauh mana agama memberi response dan solusi positif terhadap permasalahan-permasalahan sosial seperti kemiskinan, krisis moral, korupsi, kolusi, ketidakadilan, dan lain-lain. Agama tidak akan lagi dijadikan sebagai alat legitimasi untuk pembangunan di satu pihak, dengan melupakan penyakit-penyakit pembangunan, dan perubahan sosial yang lebih esensial di sisi lain.
Persoalan Umat dan bangsa adalah persoalan HMI yg berbasiskan Negara Indonesia, Sudah seharusnyalah HMI Merespon dan kemudian memberikan jawaban terhadap kondisi yg terlanjur menyelimuti sendi sendi kehidupan yang ada di Indonesia. Berangkat dari pemikiran di atas, maka HMI Cabang Limboto bermaksud mengadakan Intermediate Training (Latihan Kader II) Tingkat Nasional sebagai upaya dalam Merefleksi Kondisi Umat Dan Bangsa serta membangun tradisi intelektual di HMI sekaligus menjadikan pengetahuan sebagai arus utama dalam Problem Solving.
II. NAMA KEGIATAN
Nama kegiatan ini adalah ” Intermediate Training (LK II) Tingkat Nasional Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cab. Limboto”.
III. TUJUAN DAN TARGET
a. Tujuan :
Terbinanya Kader HMI yang mempunyai Kemampuan intelektual dan mampu mengelola organisasi serta berjuang untuk meneruskan dan mengemban misi HMI.
b. Target :
• Memiliki Kesadaran Intelektual ytang kritis, Dinamis, Progresif, Inovatif, dalam memperjuangkan misi HMI
• Memiliki kemampuanh manejerial dalam berorganisasi
IV. LANDASAN KEGIATAN
• Refleksi tafsir Al-Quran berkenaan dengan fitrah manusia (Ar-Rum:30), pengakuan terhadap Tuhan sebagai Zat Pencipta ( Al-Araf : 172) Kesetaraan (Al-Hujarat : 13), Keshalehan Individu maupun Kedalehan Sosial (Al-Qashash : 5 dan Al-Araf : 37)menegakan Kebenaran ( Al-Imran : 110), dan Ikhlas dalam perjuangan ( Al-An’am : 162-163)
• Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) HMI.
• Pedoman Pengkaderan Himpunan Mahasiiswa Islam
V. WAKTU DAN TEMPAT
Tempat : Gedung Marten Liputo, Kab. Gorontalo
Waktu : Jum’at - Sabtu, 01 April – 9 April 2011
VI. MATERI KEGIATAN
a. Materi screaning
1. Ke-Islaman
2. Konstitusi (Ke-HMI-an)
3. Nilai-nilai Dasar Perjuangan
4. Manajemen Kepemimpinan dan Organisasi
5. Mision HMI
6. Wawasan Nasional
7. Makalah
b. Materi Kegiatan LK II
1. Teori-teori perubahan sosial
2. Pendalaman mission HMI
3. Pendalaman Nilai-nilai Dasar Perjuangan NDP HMI
4. Pendalaman idieopol stratak
5. Pendalaman kepemimpinan dan manajemen organisasi
6. Materi-materi yang mengacu pada tema kegiatan
VII. METODE PENCAPAIAN KEGIATAN
• Dalam pengelolaan latihan kader II ( intermediate training) untuk mencapai tujuan dan target digunakan metode sebagai berikut : ceramah, diskusi, studi kasus (simulasi), presensi dan testing Evaluasi Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan latihan dan pencapaian target latihan, penilaian:
a. Makalah dan uji makalah
Pengujian makalah dilakukan berdasar pada presentasi makalah pada saat training (Ditentukan Oleh MOT/SC) sedangkan pada saat screening hanya dilakukan pengujian aspek judul, perumusan makalah, sistematika penulisan, relevansi teori, judul dan masalah, penggunaan data, analisa dan solusi pemecahan masalah serta referensi. Penilaian presentasi makalah dilakukan secara partisipatif (peserta) dan oleh pemandu.
b. Kemampuan intelektual (kekayaan wacana, daya analisis dan kritis)
c. Pemahaman tentang nilai-nilai keislaman dan kebangsaan
d. Aktifitas forum
Penilaian aktifitas forum berdasarkan pada :
• Argumentasi/feed back
• Keterkaitan dengan masalah
• Analisa masalah
• Etika forum
e. Kepemimpinan (sikap moral dan kepekaan social)
f. Disiplin
Penilaian kedisiplinan berdasarkan pada kehadiran setiap session dengan tepat waktu dan keseriusan dalam mengikuti materi.
g. Penugasan (tertulis) dan presensi
Penilaian tertulis berdasarkan pada :
Selisih pre test dan post test
Resume Banding Baik indifidu maupun kelompok
VIII. BOBOT PENILAIAN DAN SKALA PENILAIAN
a. aspek kognitif 40%
b. aspek apektif 30%
c. aspek psikomotorik 30%
1. 0 – 50 = Tidak Lulus
2. 51 – 100 = Lulus Besyarat
3. 101 – 200 = Lulus Cukup
4. 201 – 500 = Lulus Memuaskan
IX. PESERTA KEGIATAN
Kegiatan ini akan diikuti oleh utusan dari HMI cabang Se-Indonesia sesuai kualifikasi panitia yang memenuhi persyaratan dengan penilaian sebagaimana terlampir.
XI. SUMBER ANGGARAN KEGIATAN
Dalam kegiatan LK II tingkat nasional HMI cabang Limboto ini kami menggunakan dana yang berasal dari:
1. Kas HMI cabang Limboto
2. Sumbangan instansi pemerintahan dan swasta
3. Sumbangan simpatisan dan alumni HMI
4. Kontribusi peserta
5. Sumber dana yang halal dan tidak mengikat
XII. ORAGANISASI KERJA
Organisasi kerja LK II tingkat Nasional HMI Cabang Limboto ini terdiri dari Master Of Training (MOT) sebagai pemandu jalannya kegiatan, steering commite (SC) sebagai tim pengarah dan Organizing comittee (OC) sebagai panitia pelaksana
XIII. LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Persyaratan Peserta
2. SK Susunan Panitia Penyelenggara
3. Anggaran Biaya Kegiatan
4. Agenda Acara
5. Daftar peserta
XIV. PENUTUP
Demikian proposal ini kami susun sebagaimana acuan pelaksanaan kegiatan Intermedite Training (LK II) Tingkat Nasional HMI Cabang Limboto untuk dapat digunakan sebagaimana mestinya, serta sebagai pertimbangan berbagai pihak dalam memberikan bantuan. Semoga kegiatan ini mampu memberikan kontribusi dan sumbangsih yang positif dalam pengembangan Sumber Daya Insani pembangunan bangsa. Semoga apa yang kita berikan dan lakukan mendapat Ridha Allah SWT. Amin
Billahitaufiq Walhidayah
Wassalu alaikum Wr. Wb.
Limboto , 5 Rabiul Akhir 1432 H
9 Maret 2011 M
Organizing Committee
Intermediate Training (LK II)
HMI Cabang Limboto
Ttd Ttd
Rustam Yusuf Andre Bone
Ketua OC Sekretaris
Mengetahui,
PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
HMI CABANG LIMBOTO
Ttd
FACHMI RUDIAWANSYAH MOPANGGA
KETUA UMUM
Lampiran I
PERSYARATAN PESERTA INTERMEDITE TRAINING ( LKII ) TINGKAT NASIONAL IMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI) CABANG LIMBOTO
PERSYARATAN
A. Persyaratan Umum.
1.Mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan panitia.
2.Menginformasikan tentang keikutsertaan sebagai peserta kepada panitia 3 (tiga) hari sebelum tanggal pelaksanan.
3.Menyerahkan surat mandate atau rekomendasi dari pengurus HMI cabang asalnya masing-masing
4. Menyerahkan pas fhoto 3x4 sebanyak 4 lembar
5. Membayar kontribusi sebesar Rp. 150.000,- (Seratus Limu Puluh Ribu Rupiah), tanpa negosiasi .dan Dengan
rincian sebagai berikut :
No Keperluan Jumlah (Rp)
1 Makan, snack, dan penginapan selama training 136.000,-
2 ID Card 5.000,-
3 Block Note 5.000,-
4 Map 1.000,-
5 Sertifikat 3.000,-
Jumlah Total 150.000,-
6. Peserta wajib terlebih dahulu mengikuti Screening
7. Panitia mempunyai hak mencabut status peserta
8. peserta diwajibkan menghafal hadis maximal10 hadis dan mengetahui serta memaknai isi al-qur’an
9.Apabila salah satu tidak terpenuhi dari persyaratan, maka dipersilahkan dengan segala hormat untuk tidak datang.
B. Peryaratan Khusus.
1. Anggota HMI yang telah 6 (enam) bulan lulus LK I (Basic Training) dibuktikan dengan menyerahkan sertifikat LK I
2. Wajib membuat makalah dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Makalah sesuai tema yang telah ditentukan oleh panitia, pada masing-masing cabang.
b. Makalah diketik rapi minimal 18 lembar, Paper A4, karakter huruf Times New Roman, size 12, Line spasi 1,5, Margin : top 4 cm, Left 3 cm, Bottom 3 cm, Right 3 cm.
c. Makalah dibuat 3 rangkap.
d. Makalah dibuat dengan kaidah karya tulis Ilmiah.
e. Referensi pendukung makalah min 10 buku ( tidak termasuk artikel,Koran,dan internet.) dan referensi tersebut dibawa saat Screening makalah.
Lampiran II
SURAT KEPUTUSAN
NO : 036/KPTS/A/4/1432 H
TENTANG
KOMPOSISI PANITIA INTERMEDIATE TRAINING (LK-II)
HMI CABANG LIMBOTO
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
Dengan senantiasa mengharap Ridho dan Rahmat Allah SWT, pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Limboto, setelah :
MENIMBANG : 1. Bahwa demi lancarnya kegiatan INTERMEDIATE TRAINING (LK-II)Tingkat Nasional HMI Cabang Limboto maka perlu diterbitkan SK Kepanitiaan;
2. Bahwa demi kelancaran proses pelaksanaan kegiatan tersebut pada point (1) maka perlu di bentuk Komposisi Panitia
MENGINGAT : 1. Anggaran dasar HMI;
2. Anggaran Rumah Tangga HMI,
MEMPERHATIKAN : 1. Pedoman perkaderan HMI;
2. Hasil keputusan rapat 4 Desember 2010 dan 8 Maret 2011 tentang Pembentukan Organizing Commite dan Stering Comittee Intermediate Training (LK-II) HMI Cabang Limboto
MEMUTUSKAN
MENETAPKAN : 1. Mengesahkan Komposisi Panitia (LK-II) HMI Cabang Limboto sebagaimana terlampir.
2. Surat keputusan ini disampaikan kepada yang bersangkutan untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab;
3. Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan ditinjau kembali tekecuali terdapat kekeliruan di dalam penetapannya.
Billahittaufiq Wal hidayah
Ditetapkan di : Limboto
Pada tanggal : 5 Rabiul Akhir 1432 H
9 April 2011 M
Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam
(HMI) Cabang Limboto
Ttd
FACHMI R. MOPANGGA
KETUA UMUM
Ttd
Ronal Van Mansyur
WASEKUM
Lampiran II: SURAT KEPUTUSAN NO : 036/KPTS/A/4/1432 H TENTANG KOMPOSISI PANITIA
INTERMEDIATE TRAINING (LK-II) TINGKAT NASIONAL HMI CABANG LIMBOTO
Penanggung Jawab : FACHMI R. MOPANGGA (KETUA UMUM HMI CABANG LIMBOTO)
MOT : IRVIN NEHRU
STERING COMMITTEE : SOFYAN ISHAK
USMAN H. BAY
ZAITUN K.DJABI
RAHMAD MOHAMMAD
YUSLAN SAMADI
AGUSTI M. GOMA
RINA MOBI
SILVIANA YUNUS TANIU
MOHAMAD AVAN SUYANTO
GHALIB LAHIDJUN
ISKANDAR BASOAN
GUSTAN GOMA
STENLI NIPI
NUR ISTYAN HARUN
SEYHAN ALAMRI
RUSTAM YUSUF (ex. Office)
1. KETUA : Rustam Yusuf
2. SEKERTARIS : Andre Bone
3. BENDAHARA : Santi Pakaya
4. SEKSI-SEKSI
a. ACARA
KOORDINTAOR : Iramaya Nusa
ANGGOTA - Jefri Jakaria
- Hadijah Hamzah
- Suharti
- Mirwana Pammu
-Harty Bachtiar
b. ADMINISTRASI
KOORDINTAOR :Mimin Yunus
ANGGOTA - Ramin Lanio
- Meylandris Laima
- Abdul Wahab Olii
- Izkar
- Nurwita Ismail
c. DANA
KOORDINATOR : Melisa Towadi
ANGGOTA - Indri Pomou
- Olvin Mayorina JS. Pakili
- Putra Mokodompit
- Eva Rahmawati Haras
d. PERLENGKAPAN
KOORDINTAOR : Riyanto Ismail
ANGGOTA - Yoslan K. Koni
- Yowan Sukarna
- Abdulrahman Adjilahu
- Ayub Rasyid
- Infrans Mayulu
e. DOC DAN PUBLIKASI
KOORDINATOR : Marten Abas
ANGGOTA - Suleman Adjilahu
- Ronal Anwar
- Fredi Eyato
- Ismail Dani
- Yasin Mahadjani
f. TRANSPORTASI
KOORDINATOR : Romatun Alamri
ANGGOTA - Siska Ahaya
- Chandra
-Fader Zuberi
- Minarty Mobonggi
- Betris Udonti
g. KEAMANAN
KOORDINATOR : Riyan Nasaru
ANGGOTA - Sucipto Potabuga
- Jamal
- Rois Potale
- Siska Yusuf
h. KONSUMSI
KOORDINATOR : Vita Charolina Kahar
ANGGOTA - Sri Nispa Y. Slamet
- Marmawira Kau
- Susan Pakaya
- Selin Due
- Wati Mada
- Wati Maya
i. KESEHATAN
KOORDINATOR : LKMI HMI Cabang Limboto
Lampiran III
ESTIMASI DANA INTERMEDIATE TRAINING (LK II) TINGKAT NASIONAL HMI CABANG LIMBOTO
Tanggal 01 – 09 April 2011
1. Kesekretariatan
No. Uraian Volume Satuan Harga Satuan (Rp) Jumlah
1 Kertas Kop 2 rim 85,000 170,000
2 Amplop Berkop 1 dus 25,000 25,000
3 Tinta Printer 3 buah 25,000 75,000
4 Pengiriman Proposal 100 buah 100,000 1,000,000
5 Penggandaan Draft materi 61 buah 10,000 610,000
6 Stiker 200 buah 2,000 400,000
7 Id Card Panitia dan Peserta 80 buah 500 40,000
8 Stempel Panitia 1 buah 30,000 30,000
9 Tinta dan bantalan 1 buah 10,000 10,000
10 Spidol 10 buah 5,000 50,000
11 Kwitansi 1 buah 5,000 5,000
12 Komunikasi 20 buah Voucer 50,000 1,000,000
13 Pembuatan Vandel 20 buah 100,000 2,000,000
14 Kertas Plano 150 buah 250 37,500
Jumlah 5,452,500
2. Akomodasi dan Transportasi
No. Uraian Volume Satuan Harga Satuan (Rp) Jumlah
1 Sewa Gedung (8Hari) 1 Ruang 1,000,000 8,000,000
2 Sewa Kamar (6 hari) 65 kamar 50,000 19,500,000
3 Sewa Mobil (6 hari) 1 unit 300,000 1,800,000
5 BBm 100 liter 4,800 480,000
Jumlah 29,780,000
3. Perlengkapan, Publikasi dan Dokumentasi
No. Uraian Volume Satuan Harga Satuan (Rp) Jumlah
1 Spanduk 8 lembar 200,000 1,600,000
2 Dekorasi 1 paket 500,000 500,000
3 Bendera HMI/merah putih 200 buah 9,000 1,800,000
4 Perlengkapan sidang 1 paket 200,000 200,000
5 Cuci cetak film 3 buah 50,000 150,000
6 PPK 1,500,000
Jumlah 5,750,000
4.Konsumsi
No Uraian Volume Satuan Harga Satuan (Rp) Jumlah
1 Snack pembukaan 250 buah 3,000 750,000
2 Makan pembukaan 250 buah 7,000 1,750,000
3 Makan peserta 61x3x6 orgxhari 7,000 7,686,000
4 Makan panitia 20x3x6 orgxhari 7,000 2,520,000
6 Cofee dan Snack Peserta 61x2x6 orgxhari 3,000 1,098,000
7 Aqua 10 kardus 25,000 250,000
Jumlah 14,054,000
REKAPITULASI
No Uraian Jumlah
1 Kesekretariatan 5,452,500
2 Akomodasi dan Transportasi 29,780,000
3 Pubdekdok 5,750,000
4 Konsumsi 14,054,000
Jumlah 55,036,500
Jumlah keseluruhan biaya adalah 55,036,500 (Lima Puluh Lima Juta Tiga Puluh Enam Ribu Lima Ratus Rupiah)
Informasi hubungi:
1. Fachmi Mopangga (Ketua Umum) : 085256678813
2. Rustam Yusuf (Ketua Panitia) : 085256406405
3. Andre Bone (Sekretaris Panitia) : 085240255920
4. Gustan Goma (Kabid PA) : 085256907168
Lampiran IV
AGENDA ACARA
INTERMEDIATE TRAINING (LK II) TINGKAT NASIONAL
HMI CABANG LIMBOTO
Jum’at, 01 April 2011
Waktu Materi Pemateri/Pelaksana
07.00-11.00 Regristasi Peserta OC
11.00-13.00 Ishoma
13.00-23.30 Screening Peserta Team Screening
Sabtu, 02 April 2011
08.00-18.30 Lanjutan Screaning Team Screaning
19.00-19.30 Persiapan Pembukaan OC
19.30-21.00 Upacara Pembukaan
Membangun tradisi Intelektual : upaya menjadikan pengetahuan sebagai arus utama dalam Problem Solving.
Anas Urbaningrum
Dr. Ir. Gusnar Ismail (Gubernur Gorontalo)
21.00-23.00 Pengantar Assesment peserta; pemahaman bersama mengenai muatan latihan, tujuan, metodologi dan Membangun Landasan IntermediateTraining Pemandu
Minggu, 03 April 2011
Waktu Materi Pemateri/Pelaksana
07.30-08.30 Persiapan Acara OC
08.30-09.00 Pre Test Pemandu
09.00-12.00 Materi I
TEORI-TEORI PERUBAHAN SOSIAL
“SCIENTIFIC Islam : Interpretasi Paradigma Islam Dalam Kultur Sosial”
• Prof. Dr. Amien Rais (Mantan Ketua MPR-RI)
• Razak Umar (Intelektual Muda)
• Funco Tanipu (Akademisi)
12.00-13.00 Ishoma
13.00-16.00 Materi II
TEORI-TEORI PERUBAHAN SOSIAL
Perhelatan Teori-teori Sosial di Dunia Barat dan Islam.
• Prof. M. Dawam Rahardjo (Intelektual Muslim)
• Basri Amin (Intelektual Muda)
16.00-16-30 Isho
16.30-17.30 Diskusi Kelompok Peserta
17.30-19.00 Ishoma
19.00-22.00 Materi 3
Sinergi HMI : upaya mendekonstruksi golden frezzar.
• Andi Sukmono Kumba
• Hamzah Sidiq
22.00-23.30 Pendalaman Materi Pemandu
Senin, 04 April 2011
Waktu Materi Pemateri/Pelaksana
07.30-08.00 Persiapan Acara OC
08.00-09.00 Review Materi Peserta
09.00-12.00 Materi IV
HMI Dalam Sejarah : Refleksi dan Kritik Terhadap Fase-fase HMI
• Prof. Dr. Agussalim Sitompul
12.00-13.00 Ishoma
13.00-16.00 Materi V
Gerakan Organisasi Mahasiswa : Mewujudkan Independensi dan perjuangan HMI.
Kabid PTKP PB HMI
16.00-16.30 Isho
16.30-17.30 Diskusi Kelompok Peserta
17.30-19.00 Ishoma
19.00-22.00 Materi VI
Pendalaman NDP
“Gerakan Pengetahuan Sebagai Proses Objektifikasi Terhadap Nilai-nilai Keislaman”
• DR. Muh. Sabry AR, M.Ag
• Muclisani Ichsan
22.00-23.30 Pendalaman Materi Pemandu
Selasa, 05 April 2011
Waktu Materi Pemateri/Pelaksana
07.30-08.00 Persiapan Acara OC
08.00-09.00 Review Materi Peserta
09.00-11.00 MateriVII
Pendalaman NDP
“Relasi Nilai-nilai Islam Sebagai Pondasi Gerakan Pengetahuan dan Pembangunan Peradaban Indonesia Abad 21 .
• Thoriq Modanggu (Cendekiawan Muslim)
11.00-13.00 Ishoma
13.00-16.00 Materi VIII
Pendalaman Mission
“Mempertegas Independensi HMI : otokritik terhadap landasan perjuangan kader HMI.
• Sekjen PB HMI
2010-2012
16.00-16.30 Isho
16.30-17.30 Diskusi Kelompok Peserta
17.30-19.00 Ishoma
19.00-22.00 .Materi IX
Pendalaman Mission
Aktualisasi Mission HMI : Antara Idealitas dan realitas”
• Noer Fajriansyah
Ketum PB HMI
2010- 2012
22.00-23.30 Diskusi Kelompok Peserta
Rabu, 06 April 2011
Waktu Materi Pemateri/Pelaksana
07.30-08.00 Persiapan Acara OC
08.00-09.00 Review Materi Peserta
09.00-12.00 Materi X
Upaya pemberantasan mafia Hukum :
Antara harapan dan kenyataan.
• Egy Sudjana
• Kapolda Gorontalo
• Kajati Gorontalo
12.00-13.00 Ishoma
13.00-16.00 Materi XI
Transformasi Nilai : membentuk karakter generasi berbudi luhur upaya merefleksi sistem Pendidikan ,
• Dr. Amir Joneng
• Prof. Dr. Nelson Pomalingo
• Weni Liputo
16.00-16.30 Isho
16.30-17.30 Diskusi Kelompok Peserta
17.30-19.00 Ishoma
19.00-22.00 Materi XII
KMO
Urgensi kepemimpinan dalam manajemen strategis kelembagaan gerakan sosial
• Dr. Sulastomo (Mantan Ketua Umum PB HMI)
• Marten Taha (Ketua DPRD Prov. Gorontalo)
• Dahlan usman
22.00-23.30 Diskusi Kelompok Peserta
Kamis, 07 April 2011
Waktu Materi Pemateri/Pelaksana
07.30-08.00 Persiapan Acara OC
08.00-09.00 Review Materi Peserta
09.00-11.00 Materi XIII
IDIOPOLSTRATAK
“Islam dan Politik Mewujudkan Peradaban bangsa
• Anas Urbaningrum (Mantan Ketua Umum PB HMI)
• Elnino M. Husain Mohi (Anggota DPD R)
11.00-13.00 Ishoma
13.00-16.00 Materi XIV
IDIOPOLITORSTRATAK
“Nilai Etik Politik Dalam Pandangan Islam”
• Dr. Ir. Akbar Tandjung (Politisi)
• Arifin Dzakani (Anggota DPRD Prov. Gorontalo )
16.00-16.30 Isho
16.30-17.30 Diskusi Kelompok Peserta
17.30-19.00 Ishoma
19.00-22.00 Materi XV
Pengembangan Kepemimpinan kaum muda : Upaya mewujudkan demokrasi yang bermartabat dan berwibawa.
• Ahmad Dolli Kurnia
• Rusdiyanto Monoarfa
• Amin Mootalu
22.00-23.30 Diskusi Kelompok Peserta
Jum’at, 08 April 2011
Waktu Materi Pemateri/Pelaksana
07.30-08.00 Persiapan Acara OC
08.00-09.00 Review Materi Peserta
09.00-12.00 Materi XVI
Gender dalam persfektif Hukum dan Sosial
• Lilan Dama (Akedemisi)
• Sri Dewi Nani (Aktifis perempuan)
12.00-13.00 Ishoma
13.00-16.00 Materi XVII
Ekonomi Pancasila: antara harapan, tantangan dan peluang dalam mewujudkan Indonesia yang adil dan sejahtera
• Bupati Gorontalo Utara
16.00-16.30 Isho
16.30-17.30 Analisa dan Studi Kasus Lapangan Peserta
17.30-19.00 Ishoma
19.00-22.00 Diskusi Kelompok
Peserta
22.00-23.30 Post Test (Evaluasi Akhir) Mot/SC
Sabtu, 09 April 2011
Waktu Materi Pemateri/Pelaksana
08.00-09.00 Perumusan Rekomendasi Peserta
09.00-09.30 Persiapan Acara Penutupan OC
09.30-12.00 Upacara Penutupan
12.00-13.30 Ishoma
13.30-....... Sayonara
Lampiran V
DAFTAR PESERTA
INTERMEDITE TRAINING (LK II) HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM
(HMI) CABANG LIMBOTO
Asal Cabang Code Makalah Jumlah Utusan
BADKO HMI NAD
HMI Cabang Banda Aceh I 1
HMI Cabang Lhokseumawe II 1
HMI Cabang Langsa III 1
HMI Cabang Takengon IV 1
HMI Cabang Sigli V 1
HMI Cabang Meulaboh VI 1
HMI Cabang Kutacane VII 1
HMI Cabang Kota Jontho Aceh Besar VIII 1
HMI Cabang Tapak Tuan IX 1
BADKO HMI SUMATERA UTARA
HMI Cabang Medan X 1
HMI Cabang Binjai XI 1
HMI Cabang Langkat XII 1
HMI Cabang Kisaran Asahan XIII 1
HMI Cabang Pematang siantar XIV 1
HMI Cabang Labuhan batu XV 1
HMI Cabang Padang sidempuan XVI 1
BADKO HMI SUMATERA BARAT
HMI Cabang Padang XVII 1
Hmi cabang Solok I 1
Hmi cabang Sawahlunto Sijunju II 1
Hmi cabang Lubuk Sikaping III 1
Hmi cabang Batu Sangkar IV 1
Hmi cabang Paya Kumbuh V 1
Hmi cabang Bukit Tinggi VI 1
Hmi cabang Padang Panjang VII 1
Hmi cabang Pariaman VIII 1
BADKO HMI RIAU-KEPRI1
HMI Cabang Pekanbaru IX 1
HMI Cabang Renget X 1
HMI Cabang Dumai XI 1
HMI Cabang Tembilahan XII 1
HMI Cabang Jambi XIII 1
HMI Cabang Batam XIV 1
BADKO HMI SUMBAGSEL
HMI Cabang Palembang XV 1
HMI Cabang Indralaya XVI 1
HMI Cabang Lubuk linggau XVII 1
HMI Cabang Sungai penuh I 1
HMI Cabang Sorolangun II 1
HMI Cabang Muara berlian III 1
HMI Cabang Bangka IV 1
HMI Cabang Pangkal pinang V 1
HMI Cabang Bandar lampung VI 1
HMI Cabang Metro VII 1
HMI Cabang Batu raja VIII 1
HMI Cabang Bengkulu IX 1
HMI Cabang Curup X 1
HMI Cabang Muara bungo XI 1
HMI Cabang Kerinci XII 1
BADKO HMI JABOTABEKA-BANTEN
HMI Cabang Jakarta (P) Barat XIII 1
HMI Cabang Jakarta pusat-utara XIV 1
HMI Cabang Jakarta Selatan XV 1
HMI Cabang Jakarta timur XVI 1
HMI Cabang Cilegon XVII 1
HMI Cabang Karawang I 1
HMI Cabang Ciputat II 1
HMI Cabang Bogor III 1
HMI Cabang Persiapan Kota Bogor IV 1
HMI Cabang Bekasi V 1
HMI Cabang Depok VI 1
HMI Cabang Serang VII 1
HMI Cabang Pandeglang VIII 1
BADKO HMI JABAR
HMI Cabang Bandung IX 1
HMI Cabang Subang X 1
HMI Cabang Sukabumi XI 1
HMI Cabang Garut XII 1
HMI Cabang Tasikmalaya XIII 1
HMI Cabang Ciamis XIV 1
HMI Cabang Jatinangor-Sumedang XV 1
HMI Cabang Kuningan XVI 1
HMI Cabang Purwakarta XVII 1
HMI Cabang Kabupaten bandung I 1
HMI Cabang Majalengka II 1
HMI Cabang Karawang III 1
HMI Cabang Cianjur IV 1
HMI Cabang Cirebon V 1
HMI Cabang Persiapan Indramayu VI 1
BADKO HMI JATENG-DIY
HMI Cabang Pekalongan VII 1
HMI Cabang Bulaksumur VIII 1
HMI Cabang Magelang IX 1
HMI Cabang Purwokerto X 1
HMI Cabang Kudus XI 1
HMI Cabang Surakarta XII 1
HMI Cabang Yogyakarta XIII 1
HMI Cabang Persiapan Kebumen XIV 1
HMI Cabang Solo XV 1
HMI Cabang Persiapan Blora XVI 1
HMI Cabang Semarang XVII 1
HMI Cabang Sukoharjo I 1
HMI Cabang Salatiga II 1
BADKO HMI JATIM
HMI Cabang Malang III 1
HMI Cabang Ponorogo IV 1
HMI Cabang Surabaya V 1
HMI Cabang Jember VI 1
HMI Cabang Persiapan Pacitan VII 1
HMI Cabang Tulungagung VIII 1
HMI Cabang Kediri IX 1
HMI Cabang Bojonegoro X 1
HMI Cabang Banyuwangi XI 1
HMI Cabang Pamekasan XII 1
HMI Cabang Jombang XIII 1
HMI Cabang Tulung agung XIV 1
HMI Cabang Bangkalan XV 1
HMI Cabang Pasuruan XVI 1
HMI Cabang Sumenep XVII 1
HMI Cabang Pacitan I 1
BADKO HMI NUSRA
HMI Cabang Denpasar II 1
HMI Cabang Mataram III 1
HMI Cabang Kupang IV 1
HMI Cabang Bima V 1
HMI Cabang Singaraja VI 1
HMI Cabang Selong VII 1
HMI Cabang Sumbawa VIII 1
BADKO HMI KALBAR
HMI Cabang Pontianak IX 1
HMI Cabang Singakawang X 1
HMI Cabang Sintang XI 1
HMI Cabang Mempawah XII 1
HMI Cabang Ketapang XIII 1
BADKO HMI KALTIM
HMI Cabang Samarinda XIV 1
HMI Cabang Tenggarong XV 1
HMI Cabang Balikpapan XVI 1
BADKO HMI KALSEL-KALTENG
HMI Cabang Banjarmasin XVII 1
HMI Cabang Palangkaraya I 1
HMI Cabang Barabai II 1
HMI Cabang Bajar baru III 1
HMI Cabang Amuntai IV 1
HMI Cabang Pers Kuala Kapuas V 1
HMI Cabang Kandang VI 1
BADKO HMI SULTENGGO
HMI Cabang Manado VII 1
HMI Cabang Tondano VIII 1
HMI Cabang Bitung IX 1
HMI Cabang Bolaang Mangandow X 1
HMI Cabang Limboto XI 15
HMI Cabang Gorontalo XII 5
HMI Cabang Palu XIII 3
HMI Cabang Poso XIV 3
HMI Cabang Luwuk Bangai XV 3
HMI Cabang Toli-Toli XVI 3
HMI Cabang Persiapan Boalemo XVII 3
BADKO HMI SULSELRA
HMI Cabang Makasar I 1
HMI Cabang Makasar Timur II 1
HMI Cabang Gowa Raya III 1
HMI Cabang Kendari IV 1
HMI Cabang Bone V 1
HMI Cabang Bulukumba VI 1
HMI Cabang Bau-Bau VII 1
HMI Cabang Palopo VIII 1
HMI Cabang Unhas IX 1
HMI Cabang Pinrang X 1
HMI Cabang Pare-Pare XI 1
HMI Cabang Wajo XII 1
HMI Cabang Soppeng XIII 1
HMI Cabang Polemaju XIV 1
HMI Cabang Sidrap XV 1
HMI Cabang Maros XVI 1
HMI Cabang Persiapan Jeneponto XVII 1
BADKO HMI MALUKU-MALUKU UTARA
HMI Cabang Ambon I 1
HMI Cabang Tual II 1
HMI Cabang Ternate III 1
HMI Cabang Namlea-Buru IV 1
BADKO HMI PAPUA
HMI Cabang Jayapura V 1
HMI Cabang Monokwari VI 1
HMI Cabang Merauke VII 1
HMI Cabang Fak-Fak VIII 1
HMI Cabang Sorong IX 1
Nomor : 01/B/OC-LK2 /04/1432 H
Lamp. : Satu Bundelan Proposal
Perihal : Permohonan Delegasi Kepada yang terhormat,
Pengurus HMI Cabang Se-Indonesia
Di,-
Tempat
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Teriring salam dan do’a semoga Allah SWT, senantiasa melimpahkan rahmat, taufiq serta hidayah-Nya kepada kita sekalian dalam menjalankan aktifitas sehari-hari. Amin
Sehubungan dengan akan diselenggarakannya Intermediate Training (LK - 2) Tingkat Nasional HMI cabang Limboto, maka kami memohonkan partisipasi saudara / (i) untuk mengirimkan delegasi sebagai peserta pada kegiatan dimaksud yang insyaAllah akan di selenggarakan pada :
Hari / tanggal : Jumat – Sabtu, 01- 09 April 2011
Tempat : Gedung Marten Lipotu, Kab. Gorontalo, Prov. Gorontalo
Demikian permohonan ini kami sampaikan, atas perhatian, peran sertanya dan kerjasama diucapkan terima kasih.
Demikian permohonan ini kami sampaikan, atas bantuan dan kebijaksanaannya diucapkan terima kasih.
Billahittaufiq wal hidayah
Wassalamua’laikum Wr.Wb
Limboto, 5 Rabiul Akhir 1432 H
9 Maret 2011 M
Organizing Committe
Intemediate Training (LK-2)
Tingkat Nasional HMI Cabang Limboto
Ttd Ttd
Rustan Yusuf Andre Bone
Ketua Sekretaris
Mengetahui,
Pengurus (HMI) Cabang Limboto
Ttd
FACHMI R. MOPANGGA
KETUA UMUM
BIODATA PESERTA
INTERMEDIATE TRAINING (LK II) TINGKAT NASIONAL
HMI CABANG LIMBOTO
Nama :______________________________________
Tempat/ Tanggal Lahir : _____________________________________
Alamat : _____________________________________
Asal Cabang : _____________________________________
No Telp. / HP : _____________________________________
Riwayat Organisasi
1. ____________________________________ Tahun ___________
2. ____________________________________ Tahun ___________
3. ____________________________________ Tahun ___________
4. ____________________________________ Tahun ___________
5. ____________________________________ Tahun ___________
Jenjang Perkaderan
1. ______________________________________________________
2. ______________________________________________________
3. ______________________________________________________
4. ______________________________________________________
Motto Hidup
_____________________________________________________________
Karya yang pernah dipublikasikan
1. ______________________________________________________
2. ______________________________________________________
3. ______________________________________________________
4. ______________________________________________________
5. ______________________________________________________
Limboto , ____________ 2011
(___________________________)
Diposkan oleh Fac_HmI di 23:04
Senin, 23 Mei 2011
KALA GUNDAH
ku sangka hari esuk
ku harap esuk hari
kala gundah itu membawa aku
kedalam lautan cita
secercik goresan tinta
aku kumpulkan diantara lembaran kertas
meyakinkan diriku
memanggilku datang untuknya
saat-saat datang masa yang aku impikan
ternyata masih ada lagi yang harus ku impikan lagi
bersimpuh aku tak tahu
karena jalan itu seolah tampak tak terbatas
hanya sang pemberi hidup
tahu dan mengetahui adaku
ku harap dia tak meninggalkanku
seperti kisah sang yesus yang di tinggalkan tujannya saat di salib.
dan aku yakin bahwa tuhanku tak mungkin demikian
dia maha segalanya
dia adalah sang maha
maha di maha diantara semuanya
ku sangka hari esuk
ku harap esuk hari
kala gundah itu membawa aku
kedalam lautan cita
secercik goresan tinta
aku kumpulkan diantara lembaran kertas
meyakinkan diriku
memanggilku datang untuknya
saat-saat datang masa yang aku impikan
ternyata masih ada lagi yang harus ku impikan lagi
bersimpuh aku tak tahu
karena jalan itu seolah tampak tak terbatas
hanya sang pemberi hidup
tahu dan mengetahui adaku
ku harap dia tak meninggalkanku
seperti kisah sang yesus yang di tinggalkan tujannya saat di salib.
dan aku yakin bahwa tuhanku tak mungkin demikian
dia maha segalanya
dia adalah sang maha
maha di maha diantara semuanya
Selasa, 15 Maret 2011
AKU HANYA ANAK DESA
Mimpi datang di saat malam tiba
Menelimuti mata dan pikiranku
Sayuh sayuh aku berlari
Mengejar angan dan cita-cita
Mimpi mimpi bukanlah sekedar buah tidur
Bagiku mimpi adalah lautan harapan
Mimpi adalah kenyataan dalam angan
Mimpi adalah cita-cita yang tersimpan dan butuh jawaban
Mungkin saja aku tak tahu
Apa yang sedang aku alami
Di dalam tidurku saat itu
Namun aku yakin itulah yang harus berarti untuku
Esuk hari aku bangun
Menatap pagi dan hari untuk masa depan
Walaupun aku bukan siapa-siapa
Aku yakin semua dan siapapun akan bisa
Aku hanya seorang anak desa
Hidup di pinggir kemapanan
Bangun ingin bangkit dari keterpurukan
Meraih asa dan impian
Aku hanya anak desa
Belajar menjadi orang yang di idamkan semua
Bertarung dengan praduga
Bercatur dengan hamparan impian
Yakin dan usaha
Buah akan ku raih
Usaha dan yakin
Mimpi akan ku raih
Mimpi datang di saat malam tiba
Menelimuti mata dan pikiranku
Sayuh sayuh aku berlari
Mengejar angan dan cita-cita
Mimpi mimpi bukanlah sekedar buah tidur
Bagiku mimpi adalah lautan harapan
Mimpi adalah kenyataan dalam angan
Mimpi adalah cita-cita yang tersimpan dan butuh jawaban
Mungkin saja aku tak tahu
Apa yang sedang aku alami
Di dalam tidurku saat itu
Namun aku yakin itulah yang harus berarti untuku
Esuk hari aku bangun
Menatap pagi dan hari untuk masa depan
Walaupun aku bukan siapa-siapa
Aku yakin semua dan siapapun akan bisa
Aku hanya seorang anak desa
Hidup di pinggir kemapanan
Bangun ingin bangkit dari keterpurukan
Meraih asa dan impian
Aku hanya anak desa
Belajar menjadi orang yang di idamkan semua
Bertarung dengan praduga
Bercatur dengan hamparan impian
Yakin dan usaha
Buah akan ku raih
Usaha dan yakin
Mimpi akan ku raih
AIR MATA TERAHIR
Untukmu yang aku cinta
Bagimu yang aku sayang
Padamu wahai yang aku sanjung
Telah dating waktu yang terahir
Kedatanganmu dalam hidupku
Tak mungkin aku lupakan
Bayangan dirimu sering berlalu lalang
Menjelmakan baying di depan mataku
Kenangan-kenangan itu seolah dekat
Tak ada sekat sedikitpun
Menembus dua dunia
Menjangkau katulistiwa rasa
Namun aku harus rela
Menepis indahnya kenangan yang kau titipkan itu
Mengikhlaskan kepergianmu
Saat-saat kau pergi jauh dan tak mungkin kembali lagi
Air mata ini terus berkata
Meneriakan rasa hati
Rasa yang semu dalam jiwa
Karena air mata ini yang terakhir
Untukmu yang aku cinta
Bagimu yang aku sayang
Padamu wahai yang aku sanjung
Telah dating waktu yang terahir
Kedatanganmu dalam hidupku
Tak mungkin aku lupakan
Bayangan dirimu sering berlalu lalang
Menjelmakan baying di depan mataku
Kenangan-kenangan itu seolah dekat
Tak ada sekat sedikitpun
Menembus dua dunia
Menjangkau katulistiwa rasa
Namun aku harus rela
Menepis indahnya kenangan yang kau titipkan itu
Mengikhlaskan kepergianmu
Saat-saat kau pergi jauh dan tak mungkin kembali lagi
Air mata ini terus berkata
Meneriakan rasa hati
Rasa yang semu dalam jiwa
Karena air mata ini yang terakhir
Senin, 14 Maret 2011
BILANGAN RASIONAL DAN IRASIONAL
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah matematika II.
Dosen Pengampu : Kristi Liani M.Pd
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2011
BILANGAN RASIONAL DAN IRASIONAL
I. PENDAHULUAN
Mata pelajaran matematika adalah mata pelajaran yang isi muatannya berkaitan dengan hitung menghitung. Keadaan ini menuntut setiap orang baik itu anak-anak ataupun dewasa hingga tua sekalipun harus teliti dalam berhitung. Tujuannya adalah agar tidak terjadi kesalahan dalam proses menghitung yang berakibat fatal.
Orang yang mahir matematika bukan berarti karena kebetulan. Untuk menguasai materi matematika di syaratkan mengetahui dan menguasai kajian dasarnya. Selanjutnya dia sering berlatih dengan soal-soal yang berkaitan dengan apa yang sedang di pelajarinya. Sehingga dia bisa menguasai secara benar teori, konsep dan penerapannya untuk mempelajari salah satu disiplin ilmu ini. Oleh karena itu untuk memenuhi tuntutan tersebut, dalam makalah ini di cantumkan uraian singkat tentang bilangan rasional dan irasional.
II. POKOK BAHASAN
A. Pengertian bilangan
B. Pengertian bilangan rasional dan irasional
C. Macam-macam bilangan rasional dan irasional
III. PEMBAHASAN
A. Pengertian bilangan
Bilangan adalah representasi fisik dari data yang diamati. Bilangan dapat dipresentasikan dalam berbagai bentuk, yang kemudian digolongkan pada sebuah system bilangan, tetapi mempunyai arti yang sama . Devinisi ini memberikan gambaran tentang sebuah konsep pengertian bilangan. Dalam hal ini, di nyatakan bahwa kemunculan bilangan di pengaruhi oleh adanya bukti fisik dari data yang bisa di amati. Sehingga secara dangkal salah satu pengertian bilangan di maknai sebagai suatu konsep penyederhanaan bentuk fisik dalam bentuk data – data.
Ada pula yang mendefinisikan bilangan sebagai suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan dan pengukuran. Simbol ataupun lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut sebagai angka atau lambang bilangan. Dalam matematika, konsep bilangan selama bertahun-tahun lamanya telah diperluas untuk meliputi bilangan nol, bilangan negatif, bilangan rasional, bilangan irasional, dan bilangan kompleks .
B. Pengertian bilangan rasional dan irasional
Di dalam disiplin ilmu matematika bilangan bisa dikatakan dapat dibagi menjadi dua sekup besar yaitu bilangan rasional dan bilangan irasional.
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai a/b dimana a, b bilangan bulat dan b tidak sama dengan 0.
Devinisi ini selaras dengan pengertian dalam sebuah buku matematika yang di tulis oleh Drs.M. Margha. Beliau mengatakan, bilangan rasional adalah bilangan yang dapat di tulis sebagai z = a/b dengan a, b z dan b 0.
Kalau belum jelas mengenai devinisi di atas lihatlah contoh di bawah ini:
1. Angka 4. Angka ini dapat disusun ulang menjadi .a=4 dan b=1. Jadi, 4 bilangan rasional.
2. Pecahan . Pecahan ini jelas merupakan bilangan rasional, karena a=2 dan b=3.
Kalau menurut kaidah bahasa Indonesia, bilangan irasional adalah bilangan yang tidak rasional. Jadi, kita harus tahu dulu apa itu bilangan rasional. Bilangan rasional adalah bilangan real yang dapat di susun ulang dalam bentuk pecahan a/b dimana a dan b harus integer.
Di katakan pula nahwa bilangan irasional adalah bilangan riil yang tidak bisa dibagi (hasil baginya tidak pernah berhenti). Dalam hal ini, bilangan irasional tidak bisa dinyatakan sebagai a/b, dengan a dan b sebagai bilangan bulat dan b tidak sama dengan nol. Jadi bilangan irasional bukan merupakan bilangan rasional. Contoh yang paling populer dari bilangan irasional ini adalah bilangan π, , dan bilangan e.
Bilangan π sebetulnya tidak tepat, yaitu kurang lebih 3.14, tetapi
= 3,1415926535.... atau
= 3,14159 26535 89793 23846 26433 83279 50288 41971 69399 37510...
Untuk bilangan :
= 1,4142135623730950488016887242096.... atau
= 1,41421 35623 73095 04880 16887 24209 69807 85696 71875 37694 80731 76679 73798..
Sedangkan bilangan selain dari keduanya, baik bilangan rasional dan irasional maka termasuk dalam penggolongan imajiner.
Bilangan imajiner adalah apabilan sebuah bilangan bukan merupakan bilangan nyata( dalam artian bilangan tersebut bukan merupakan bilangan rasional maupun irasional ), maka bilangan tersebut dikatakan imajiner .
Di katakan pula bahwa bilangan imajiner adalah bilangan yang mempunyai sifat i 2 = −1. Bilangan ini biasanya merupakan bagian dari bilangan kompleks. Selain bagian imajiner, bilangan kompleks mempunyai bagian bilangan riil. Secara definisi, (bagian) bilangan imajiner i ini diperoleh dari penyelesaian persamaan kuadratik:
Bilangan adalah bilangan imajiner, bilangan yang tidak real (bilangan yang sesungguhnya tidak ada, karena bilangan negatif tidak bisa diakar . Jadi, jelas kalau bilangan itu tidak termasuk bilangan rasional maupun bilangan irasional
C. Macam-macam bilangan rasional dan irasional
Apabila kita mengatakan bilangan rasional berarti di dalamnya sudah mencakub bilangan-bilangan lain seperti: bilangan bulat, bilangan asli, bilangan cacah, bilangan prima dan bilangan-bilangan lain yang menjadi subset dari bilangan rasional.
Moh. Syamsul hidayat dalam bukunya yang berjudul solusi matematika lengkap membagi bilangan rasional kedalam dua kelompok. Pertama bilangan pecahan, dan yang kedua bilangan bulat. Sedangkan bilangan bulat tersebut terbagi lagi menjadi bilangan bulat negatif dan bilangan cacah. Selanjutnya bilangan cacah mencakup di dalamnya bilangan asli( baik ganjil ataupun genap) dan nol. Terakhir dia menggolongkan bilangan asli itu menjadi bilangan prima dan bilangan komposit.
Bilangan pecahan adalah suatu bilangan yang terdiri dari pembilang dan penyebut. Bentuk pokoknya adalah /b, dengan
a = pembilang ( merupakan bilangan bulat )
b = penyebut ( merupakan bilangan asli )
Jenis-jenis pecahan ada lima. Lihatlah tabel di bawah ini :
Bilangan bulat adalah semua bilangan yang terdiri dari bilangan cacah (0, 1, 2, ...) dan negatifnya (-1, -2, -3, ...; -0 adalah sama dengan 0 dan tidak dimasukkan lagi secara terpisah).
Bilangan bulat juga sering di devinisikan sebagai bilangan yang bukan pecahan, yang meliputi ; bilangan bulat positif (bilangan asli 1,2,3…., dst), bilangan nol yaitu 0, dan bilangan bulat negatif ( bilangan yang nilainya berlawanan dengan bilangan bulat positif; 1,2,3,4….., dst) .
Bilangan cacah adalah himpunan bilangan bulat yang tidak negatif, yaitu {0, 1, 2, 3 ...}. Dengan kata lain himpunan bilangan asli ditambah 0. Jadi, bilangan cacah harus bertanda positif.
Sehingga dapat di simpulkan bahwa bilangan cacah merupakan bilangan bulat positif yang di awali dari angka nol.
Dalam matematika, terdapat dua kesepakatan mengenai himpunan bilangan asli. Yang pertama definisi menurut matematikawan tradisional, yaitu himpunan bilangan bulat positif yang bukan nol {1, 2, 3, 4, ...}. Sedangkan yang kedua definisi oleh logikawan dan ilmuwan komputer, adalah himpunan nol dan bilangan bulat positif {0, 1, 2, 3, ...}.
Bilangan asli merupakan salah satu konsep matematika yg paling sederhana dan termasuk konsep pertama yang bisa dipelajari dan dimengerti oleh manusia, bahkan beberapa penelitian menunjukkan beberapa jenis kera juga bisa menangkapnya.
Bilangan prima adalah bilangan asli yang lebih besar dari 1, yang faktor pembaginya adalah 1 dan bilangan itu sendiri. 2 dan 3 adalah bilangan prima. 4 bukan bilangan prima karena 4 bisa dibagi 2. Sepuluh bilangan prima yang pertama adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23 dan 29.
Jika suatu bilangan yang lebih besar dari satu bukan bilangan prima, maka bilangan itu disebut bilangan komposit.
IV. KESIMPULAN
Di dalam disiplin ilmu matematika bilangan dapat dibagi menjadi dua sekup besar yaitu bilangan rasional dan bilangan irasional.
Bilangan rasional di dalamnya mencakub bilangan-bilangan lain seperti: bilangan bulat, bilangan asli, bilangan cacah, bilangan prima dan bilangan-bilangan lain yang menjadi subset dari bilangan rasional.
V. PENUTUP
Demikian tadi makalah yang dapat kami buat. Kami menyadari bahwa makalah tersebut pasti masih jauh dari sempurna . Maka dari itu kritik dan saran yang membagun dari para pembaca selalu kami nantikan demi terwujudnya makalah yang lebih baik
DAFTRAR PUSTAKA
Kusuma, Irwan, Rahasia Matematika Untuk Sd Kelas 4-5-6 Grafika Mulia
Hidayat , Moh. Syamsul, Solusi Matematika Lengkap Untuk Sd Kelas 3,4,5,6 Surabaya: APOLLO , 2007
http://handono-eksak.blogspot.com/2007/12/bilangan.html3/9/2011 3:17:02 AM
http://wapedia.mobi/id/Angka3/9/2011 10:27:09 PM
http://id.wikipedia.org/wiki/Bilangan_rasiona l 3/5/2011
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2068232-pengertian-bilangan/3/9/2011 10:24:46 PM
MAKALAH
Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah matematika II.
Dosen Pengampu : Kristi Liani M.Pd
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2011
BILANGAN RASIONAL DAN IRASIONAL
I. PENDAHULUAN
Mata pelajaran matematika adalah mata pelajaran yang isi muatannya berkaitan dengan hitung menghitung. Keadaan ini menuntut setiap orang baik itu anak-anak ataupun dewasa hingga tua sekalipun harus teliti dalam berhitung. Tujuannya adalah agar tidak terjadi kesalahan dalam proses menghitung yang berakibat fatal.
Orang yang mahir matematika bukan berarti karena kebetulan. Untuk menguasai materi matematika di syaratkan mengetahui dan menguasai kajian dasarnya. Selanjutnya dia sering berlatih dengan soal-soal yang berkaitan dengan apa yang sedang di pelajarinya. Sehingga dia bisa menguasai secara benar teori, konsep dan penerapannya untuk mempelajari salah satu disiplin ilmu ini. Oleh karena itu untuk memenuhi tuntutan tersebut, dalam makalah ini di cantumkan uraian singkat tentang bilangan rasional dan irasional.
II. POKOK BAHASAN
A. Pengertian bilangan
B. Pengertian bilangan rasional dan irasional
C. Macam-macam bilangan rasional dan irasional
III. PEMBAHASAN
A. Pengertian bilangan
Bilangan adalah representasi fisik dari data yang diamati. Bilangan dapat dipresentasikan dalam berbagai bentuk, yang kemudian digolongkan pada sebuah system bilangan, tetapi mempunyai arti yang sama . Devinisi ini memberikan gambaran tentang sebuah konsep pengertian bilangan. Dalam hal ini, di nyatakan bahwa kemunculan bilangan di pengaruhi oleh adanya bukti fisik dari data yang bisa di amati. Sehingga secara dangkal salah satu pengertian bilangan di maknai sebagai suatu konsep penyederhanaan bentuk fisik dalam bentuk data – data.
Ada pula yang mendefinisikan bilangan sebagai suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan dan pengukuran. Simbol ataupun lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut sebagai angka atau lambang bilangan. Dalam matematika, konsep bilangan selama bertahun-tahun lamanya telah diperluas untuk meliputi bilangan nol, bilangan negatif, bilangan rasional, bilangan irasional, dan bilangan kompleks .
B. Pengertian bilangan rasional dan irasional
Di dalam disiplin ilmu matematika bilangan bisa dikatakan dapat dibagi menjadi dua sekup besar yaitu bilangan rasional dan bilangan irasional.
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai a/b dimana a, b bilangan bulat dan b tidak sama dengan 0.
Devinisi ini selaras dengan pengertian dalam sebuah buku matematika yang di tulis oleh Drs.M. Margha. Beliau mengatakan, bilangan rasional adalah bilangan yang dapat di tulis sebagai z = a/b dengan a, b z dan b 0.
Kalau belum jelas mengenai devinisi di atas lihatlah contoh di bawah ini:
1. Angka 4. Angka ini dapat disusun ulang menjadi .a=4 dan b=1. Jadi, 4 bilangan rasional.
2. Pecahan . Pecahan ini jelas merupakan bilangan rasional, karena a=2 dan b=3.
Kalau menurut kaidah bahasa Indonesia, bilangan irasional adalah bilangan yang tidak rasional. Jadi, kita harus tahu dulu apa itu bilangan rasional. Bilangan rasional adalah bilangan real yang dapat di susun ulang dalam bentuk pecahan a/b dimana a dan b harus integer.
Di katakan pula nahwa bilangan irasional adalah bilangan riil yang tidak bisa dibagi (hasil baginya tidak pernah berhenti). Dalam hal ini, bilangan irasional tidak bisa dinyatakan sebagai a/b, dengan a dan b sebagai bilangan bulat dan b tidak sama dengan nol. Jadi bilangan irasional bukan merupakan bilangan rasional. Contoh yang paling populer dari bilangan irasional ini adalah bilangan π, , dan bilangan e.
Bilangan π sebetulnya tidak tepat, yaitu kurang lebih 3.14, tetapi
= 3,1415926535.... atau
= 3,14159 26535 89793 23846 26433 83279 50288 41971 69399 37510...
Untuk bilangan :
= 1,4142135623730950488016887242096.... atau
= 1,41421 35623 73095 04880 16887 24209 69807 85696 71875 37694 80731 76679 73798..
Sedangkan bilangan selain dari keduanya, baik bilangan rasional dan irasional maka termasuk dalam penggolongan imajiner.
Bilangan imajiner adalah apabilan sebuah bilangan bukan merupakan bilangan nyata( dalam artian bilangan tersebut bukan merupakan bilangan rasional maupun irasional ), maka bilangan tersebut dikatakan imajiner .
Di katakan pula bahwa bilangan imajiner adalah bilangan yang mempunyai sifat i 2 = −1. Bilangan ini biasanya merupakan bagian dari bilangan kompleks. Selain bagian imajiner, bilangan kompleks mempunyai bagian bilangan riil. Secara definisi, (bagian) bilangan imajiner i ini diperoleh dari penyelesaian persamaan kuadratik:
Bilangan adalah bilangan imajiner, bilangan yang tidak real (bilangan yang sesungguhnya tidak ada, karena bilangan negatif tidak bisa diakar . Jadi, jelas kalau bilangan itu tidak termasuk bilangan rasional maupun bilangan irasional
C. Macam-macam bilangan rasional dan irasional
Apabila kita mengatakan bilangan rasional berarti di dalamnya sudah mencakub bilangan-bilangan lain seperti: bilangan bulat, bilangan asli, bilangan cacah, bilangan prima dan bilangan-bilangan lain yang menjadi subset dari bilangan rasional.
Moh. Syamsul hidayat dalam bukunya yang berjudul solusi matematika lengkap membagi bilangan rasional kedalam dua kelompok. Pertama bilangan pecahan, dan yang kedua bilangan bulat. Sedangkan bilangan bulat tersebut terbagi lagi menjadi bilangan bulat negatif dan bilangan cacah. Selanjutnya bilangan cacah mencakup di dalamnya bilangan asli( baik ganjil ataupun genap) dan nol. Terakhir dia menggolongkan bilangan asli itu menjadi bilangan prima dan bilangan komposit.
Bilangan pecahan adalah suatu bilangan yang terdiri dari pembilang dan penyebut. Bentuk pokoknya adalah /b, dengan
a = pembilang ( merupakan bilangan bulat )
b = penyebut ( merupakan bilangan asli )
Jenis-jenis pecahan ada lima. Lihatlah tabel di bawah ini :
Bilangan bulat adalah semua bilangan yang terdiri dari bilangan cacah (0, 1, 2, ...) dan negatifnya (-1, -2, -3, ...; -0 adalah sama dengan 0 dan tidak dimasukkan lagi secara terpisah).
Bilangan bulat juga sering di devinisikan sebagai bilangan yang bukan pecahan, yang meliputi ; bilangan bulat positif (bilangan asli 1,2,3…., dst), bilangan nol yaitu 0, dan bilangan bulat negatif ( bilangan yang nilainya berlawanan dengan bilangan bulat positif; 1,2,3,4….., dst) .
Bilangan cacah adalah himpunan bilangan bulat yang tidak negatif, yaitu {0, 1, 2, 3 ...}. Dengan kata lain himpunan bilangan asli ditambah 0. Jadi, bilangan cacah harus bertanda positif.
Sehingga dapat di simpulkan bahwa bilangan cacah merupakan bilangan bulat positif yang di awali dari angka nol.
Dalam matematika, terdapat dua kesepakatan mengenai himpunan bilangan asli. Yang pertama definisi menurut matematikawan tradisional, yaitu himpunan bilangan bulat positif yang bukan nol {1, 2, 3, 4, ...}. Sedangkan yang kedua definisi oleh logikawan dan ilmuwan komputer, adalah himpunan nol dan bilangan bulat positif {0, 1, 2, 3, ...}.
Bilangan asli merupakan salah satu konsep matematika yg paling sederhana dan termasuk konsep pertama yang bisa dipelajari dan dimengerti oleh manusia, bahkan beberapa penelitian menunjukkan beberapa jenis kera juga bisa menangkapnya.
Bilangan prima adalah bilangan asli yang lebih besar dari 1, yang faktor pembaginya adalah 1 dan bilangan itu sendiri. 2 dan 3 adalah bilangan prima. 4 bukan bilangan prima karena 4 bisa dibagi 2. Sepuluh bilangan prima yang pertama adalah 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23 dan 29.
Jika suatu bilangan yang lebih besar dari satu bukan bilangan prima, maka bilangan itu disebut bilangan komposit.
IV. KESIMPULAN
Di dalam disiplin ilmu matematika bilangan dapat dibagi menjadi dua sekup besar yaitu bilangan rasional dan bilangan irasional.
Bilangan rasional di dalamnya mencakub bilangan-bilangan lain seperti: bilangan bulat, bilangan asli, bilangan cacah, bilangan prima dan bilangan-bilangan lain yang menjadi subset dari bilangan rasional.
V. PENUTUP
Demikian tadi makalah yang dapat kami buat. Kami menyadari bahwa makalah tersebut pasti masih jauh dari sempurna . Maka dari itu kritik dan saran yang membagun dari para pembaca selalu kami nantikan demi terwujudnya makalah yang lebih baik
DAFTRAR PUSTAKA
Kusuma, Irwan, Rahasia Matematika Untuk Sd Kelas 4-5-6 Grafika Mulia
Hidayat , Moh. Syamsul, Solusi Matematika Lengkap Untuk Sd Kelas 3,4,5,6 Surabaya: APOLLO , 2007
http://handono-eksak.blogspot.com/2007/12/bilangan.html3/9/2011 3:17:02 AM
http://wapedia.mobi/id/Angka3/9/2011 10:27:09 PM
http://id.wikipedia.org/wiki/Bilangan_rasiona l 3/5/2011
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2068232-pengertian-bilangan/3/9/2011 10:24:46 PM
Senin, 28 Februari 2011
Arti kasih dalam senja
Bila langit telah larut
Dia murung tak bercahaya
Luasnya hitam pekat menjelang malam
Membawa hampa sunyi dan kelenggangan
Satu kata telah ku ucap
Dalam gelisah di dadaku
Kau ku anggap bagai bidadari dari kahyangan
Melingkup keanggunan dan keindahan
Lirik kata telah kau ucap
Dari tanya daku yang gelisah menunggu
Tak mungkin melempar bunga mawar dariku.
Namun ternyata mawar telah tahu dan melayu saat itu
Kasih di saat senja arti kasih yang sesungguhnya
Melambangkan isi hati yang cinta dari jiwa raga
Kau lah arti hidupku
Meskipun sungguh kau telah mencampakanku
Dia murung tak bercahaya
Luasnya hitam pekat menjelang malam
Membawa hampa sunyi dan kelenggangan
Satu kata telah ku ucap
Dalam gelisah di dadaku
Kau ku anggap bagai bidadari dari kahyangan
Melingkup keanggunan dan keindahan
Lirik kata telah kau ucap
Dari tanya daku yang gelisah menunggu
Tak mungkin melempar bunga mawar dariku.
Namun ternyata mawar telah tahu dan melayu saat itu
Kasih di saat senja arti kasih yang sesungguhnya
Melambangkan isi hati yang cinta dari jiwa raga
Kau lah arti hidupku
Meskipun sungguh kau telah mencampakanku
Sabtu, 26 Februari 2011
Itu bukan segalanya
kapankah kau kembali
kapankah kau mengerti
kapankah kau menepati janji
menyatakan kata dari kesadaran hati
ku tunggu kau datang
mengharap pada keputusanmu
aku rela kau bersamanya
jika itu harus aku terima
aku hanya ingin padamu
kau berkata jujur meski pilu
pasrah pada hati
mengungkapkan rasa yang sebenarnya
langit-langit cinta mulai cemas
mencemaskan diriku
mengharap baik dari katamu
menyatakan kata untuk diriku
cinta hanyalah sebuah rasa
datang pergi kadang benci
cinta hanyalah sebuah kata
mengapa kau tak mengerti
cinta tak harus melukai
cintak tak harus memiliki
cintak tak perlu di ungkapkan
karena cinta memang hanyalah arti rasa
kepedihanku adalah kebahagiaanmu
kebahagiaanku adalah kepedihan hatiku
sama saja rasa itu datang
tetapi bagiku itu bulan segalanya
kapankah kau mengerti
kapankah kau menepati janji
menyatakan kata dari kesadaran hati
ku tunggu kau datang
mengharap pada keputusanmu
aku rela kau bersamanya
jika itu harus aku terima
aku hanya ingin padamu
kau berkata jujur meski pilu
pasrah pada hati
mengungkapkan rasa yang sebenarnya
langit-langit cinta mulai cemas
mencemaskan diriku
mengharap baik dari katamu
menyatakan kata untuk diriku
cinta hanyalah sebuah rasa
datang pergi kadang benci
cinta hanyalah sebuah kata
mengapa kau tak mengerti
cinta tak harus melukai
cintak tak harus memiliki
cintak tak perlu di ungkapkan
karena cinta memang hanyalah arti rasa
kepedihanku adalah kebahagiaanmu
kebahagiaanku adalah kepedihan hatiku
sama saja rasa itu datang
tetapi bagiku itu bulan segalanya
Dia di cari
malam yang gelap
dengan segala yang di bawa
selalu datang bergantian dengan siang
tampil dalam wajah hitam
saat itu cahaya mulai di butuhkan
cahaya di cari
saat itulah dia di mengerti
dan saat itu pula dia memilki arti
amal datang bagai malam
di saat orang-orang berada dalam kegelapan
dia di cari
dia di butuhkan
ada kesempatan
ada peluang
dengan apa gerangan mereka datang
datang dengan kebahagiaan atau malah kekhawatiran
dengan segala yang di bawa
selalu datang bergantian dengan siang
tampil dalam wajah hitam
saat itu cahaya mulai di butuhkan
cahaya di cari
saat itulah dia di mengerti
dan saat itu pula dia memilki arti
amal datang bagai malam
di saat orang-orang berada dalam kegelapan
dia di cari
dia di butuhkan
ada kesempatan
ada peluang
dengan apa gerangan mereka datang
datang dengan kebahagiaan atau malah kekhawatiran
Kala cinta datang
Ucapanmu membuatku merasa tenang
merasakan tingginya alunan cinta
pandanganmu ungkapkan asmara
seindah cinta mati yang ada di surga
kala cinta datang
dan dia di ungkapkan
harap dan gelisah di rasakan
itulah arti cinta
cinta kadang aneh
seaneh kata hati
cinta kadang indah
seindah bulan purnama
cinta kadang tak terbatas
cinta itu kadang bebas
cinta itu rumit
serumit kabel
cintailah dia karena cinta
cintailah dia dengan mesra
cintailah dia bukan karena apa-apa
cintailah dia hanya karena adanya cinta
merasakan tingginya alunan cinta
pandanganmu ungkapkan asmara
seindah cinta mati yang ada di surga
kala cinta datang
dan dia di ungkapkan
harap dan gelisah di rasakan
itulah arti cinta
cinta kadang aneh
seaneh kata hati
cinta kadang indah
seindah bulan purnama
cinta kadang tak terbatas
cinta itu kadang bebas
cinta itu rumit
serumit kabel
cintailah dia karena cinta
cintailah dia dengan mesra
cintailah dia bukan karena apa-apa
cintailah dia hanya karena adanya cinta
Berwajah bunglon
Dasar tukang penipu
kerjaannya memang seperti itu
berwajah bunglon
seperti dandan di salon
apapun bentuk tinglkah lakunya
di manapun dia berada
kepada siapapun berteman
pasti akan menyusahkan
jelas di mata itu salah
tak perlu ada keraguan
tampak jelas itu salah
tetap saja di lakukan
akal baginya bukan apa-apa
hati untuknya hanyalah nafsu saja
kecerdasan baginya hanyalah sebuah alat
untuk mencari keuntungan dengan penipuan
kerjaannya memang seperti itu
berwajah bunglon
seperti dandan di salon
apapun bentuk tinglkah lakunya
di manapun dia berada
kepada siapapun berteman
pasti akan menyusahkan
jelas di mata itu salah
tak perlu ada keraguan
tampak jelas itu salah
tetap saja di lakukan
akal baginya bukan apa-apa
hati untuknya hanyalah nafsu saja
kecerdasan baginya hanyalah sebuah alat
untuk mencari keuntungan dengan penipuan
Kapan damai alam datang
Langit berujar
dengan seribu kata yang belum di mengerti
sesaat gunung pun ikut-ikutan berkata
aku di sakiti tangan jahil
apalagi hujan
dia tak merasa bersalah
karena dia bukan apa-apa
dia di undang kedatangannya karena ulah mereka
orang paham
namun tak menyadari
mereka tahu
namun belum bisa mematuhi
kapankah damai alam itu datang
kapankah surga alam itu menyapa
kapan bencana itu mereda
kita semualah yang harus menanggung segala akibatnya
dengan seribu kata yang belum di mengerti
sesaat gunung pun ikut-ikutan berkata
aku di sakiti tangan jahil
apalagi hujan
dia tak merasa bersalah
karena dia bukan apa-apa
dia di undang kedatangannya karena ulah mereka
orang paham
namun tak menyadari
mereka tahu
namun belum bisa mematuhi
kapankah damai alam itu datang
kapankah surga alam itu menyapa
kapan bencana itu mereda
kita semualah yang harus menanggung segala akibatnya
Rabu, 23 Februari 2011
RINDU HALAMAN RUMAH
Kadang seseorang tidak berpikir, bagaimanakah keadaan kleluargaku ya?. Bagaimana keluargaku di dfesa sana. Ya inilah pertanyaan yang harus ada. Agar hubungan silaturahmi antar sesame selalu ada. Kebahagiaan hidup akan bertambah indah dan dapat berbagi dengan sesama.
Orang lupa keluarga memang sah-sah saja. Asalkan kelupaan itu ada alas an yang dapat di nalar. Sehingga segala sesuatunya akan bermakna.
Orang yang lupa keluarga mungkin bias saja karena ada Pekerjaan yang menjanjikan, prospek karir selalu tercapai, penghasilan semakin meningkat, order yang semakin tumbuh. Itu lah penyakit lupa. Orang bias lupa keluarga karena hal-hal semacam itu.
Namun keadaan itu pasti hanya akan terjadi sesataat. Dia akan rindu, rindu dan semakin rindu. Rindu dengan keluarga, teman lama, kerabat atau orang-orang yang di cintainya.
Kampung halaman memang terkadang menyebalkan. Terutama bila itu di kontekskan dengan sebuah pekerjaan. Paling-paling pekerjaan di desa adalah menggarap sawah. Paling hanya bertani atau memelihara hewan ternak yang lain. Semua pekerjaan itu sangat sedikit penghasilannya. Dagangan yang di hasilkan pada saan panen raya pun seringkali mengecewakan. Inilah yang mengakibatkan banyak orang desa pergi ke kota. Hijrah demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Ingin membahagiakan keluarga dengan materi dunia yang berkecukupan.
Setelah mimpi itu terjadi, terasa kecukupan, mereka sadar. Ternyata ada saja perasaan yang ganjil di hati mereka. Mereka merasa ada sesuatu yang kurang di balik sebuah kesuksesan yang di dapatkannya selama di perkotaan.
Apa yang kurang itu?. Jawabannya adalah pulang ke kampong halaman. Orang-orang menyebutnya dengan Pulang kampung atau pulang ke rumah halaman. Hati terasa kangen dengan segala sesuatu yang ada di tanah ke;lahiran. Teringat dengan m,asa kecil yang penuh dengan cerita lucu dengan sesame teman. Rindu, rindu dengan semuanya. Inilah yang di namanakan dengan rindu rumah halaman. .
Apakah gerangan yang menjadikan seseorang balik ke rumah? Padahal jarah antara tempat mereka tinggal amat jauh. Ada juga yang luar kota, luar pulau, bahkan luar negri. Namun tetap saja rasa ingin bertemu keluarga selalu menjadikan jarak yang jauh menjadi dekat, perjalanan yang melelahkan tak di hiraukan.
Salah satu jawabannya adalah rindu halaman rumah. Ya, inilah moment istimewa bagi siapapaun yang menunggu sebuah kebahagiaan. Berbagi dengan keluarga tercinta. Mengingat masa lalu yang begitu asyik untuk di replay ulang dalam pandangan mata.
Ada pepatah mengatakan “ Jika ada seseorang yang tidak rindu dengan halaman rumah bisa jadi dia tidak ingat lagi keluarga”.
Nah kalau mau melihat kata-kata di atas makanya ayoo. Ayooo jangan di usahakan tali silaturahmi yang sejak dulu ada di bangun lagi. Kita yang selama ini jauh dari keluarga, kerabat, dan halaman rumah jangan sampai menyia-nyiakan waktu luang untuk berbagi dengan mereka. Kalaupun toh kita belum bias mengunjungi mereka satu bulan sekali, di usahakan dua bulan, tiga bulan, empat bulan atau enam bulan sekali.
Kalaupun itu juga belum bias karena terlalu sibuk, ya setahun sekali. Masak sampai tidak kasihan dengan mereka yang sejak kecil menimang-nimang dalam ayunan dan gendongan. Minimal setahun sekali. Tidak etis kalau selama bertahun-tahun tak pulang.
Waktu untuk berbagi sangat beragam. Jika dia adalah seorang pelaja atau mahasiswa jangan lupa tilik ( berkunjung atau pulang ke halaman rumah) rumah. Pasti orang tua sangat merindukan kedatangannya. Karena dalam situasi lama tidak bertemu, pasti mereka sangat senang. Walaupun pulang tidak membawa oleh-oleh pun pasti mereka dapat menerima kehadiran kita dengan tangan terbuka. Tidak hanya itu saja, kalau memang sebelum pulang rumah sudah menghubungi keluarga dulu, dapat dio pastikan mereka akan bersiap-siap. Ya mungkin menyiapkan makana kesukaan, minuman vavorit atau mungkin malah ada kejutan yang lebih dari itu. Sooo tidak ada salahnya jika waktu-waktu yang baik untuk pulang rumah di manfaatkan sebagaimana mestinya.
Apabila kita sebagai seorang yang bertugas, entah PNS, tentara, pekerja pabrik atau yang lain luangkanlah waktu pula untuk mereka. Tidak ada salahnya jika hanya pulang sekali dalam satu tahun. Toh mereka juga sudah menyadari dengan situasi. Mereka akan senang sekali dengan kehadiran kita. Apalagi kepulangan itu dengan membawa oleh-oleh. Pasti akan sepoerti kegembiraan seorang yang sedang kehausan, sudah kesana-kemari mencari air minum tidak dapat-dapat lalu turunlah hujan lebat. Ohh asyiknya.
Masih ada banyak lagi sesuatu yang ajaib dari pulang ke kampong halaman. Makanya ayo, pulang. Usahakan keberhasilan kita dapat di bagi dengan mereka. Dengan keluarga. Sanak famili, kerabat dan orang-orang tercinta. Berbagilah kebahagiaan dengan sesame.
Orang lupa keluarga memang sah-sah saja. Asalkan kelupaan itu ada alas an yang dapat di nalar. Sehingga segala sesuatunya akan bermakna.
Orang yang lupa keluarga mungkin bias saja karena ada Pekerjaan yang menjanjikan, prospek karir selalu tercapai, penghasilan semakin meningkat, order yang semakin tumbuh. Itu lah penyakit lupa. Orang bias lupa keluarga karena hal-hal semacam itu.
Namun keadaan itu pasti hanya akan terjadi sesataat. Dia akan rindu, rindu dan semakin rindu. Rindu dengan keluarga, teman lama, kerabat atau orang-orang yang di cintainya.
Kampung halaman memang terkadang menyebalkan. Terutama bila itu di kontekskan dengan sebuah pekerjaan. Paling-paling pekerjaan di desa adalah menggarap sawah. Paling hanya bertani atau memelihara hewan ternak yang lain. Semua pekerjaan itu sangat sedikit penghasilannya. Dagangan yang di hasilkan pada saan panen raya pun seringkali mengecewakan. Inilah yang mengakibatkan banyak orang desa pergi ke kota. Hijrah demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Ingin membahagiakan keluarga dengan materi dunia yang berkecukupan.
Setelah mimpi itu terjadi, terasa kecukupan, mereka sadar. Ternyata ada saja perasaan yang ganjil di hati mereka. Mereka merasa ada sesuatu yang kurang di balik sebuah kesuksesan yang di dapatkannya selama di perkotaan.
Apa yang kurang itu?. Jawabannya adalah pulang ke kampong halaman. Orang-orang menyebutnya dengan Pulang kampung atau pulang ke rumah halaman. Hati terasa kangen dengan segala sesuatu yang ada di tanah ke;lahiran. Teringat dengan m,asa kecil yang penuh dengan cerita lucu dengan sesame teman. Rindu, rindu dengan semuanya. Inilah yang di namanakan dengan rindu rumah halaman. .
Apakah gerangan yang menjadikan seseorang balik ke rumah? Padahal jarah antara tempat mereka tinggal amat jauh. Ada juga yang luar kota, luar pulau, bahkan luar negri. Namun tetap saja rasa ingin bertemu keluarga selalu menjadikan jarak yang jauh menjadi dekat, perjalanan yang melelahkan tak di hiraukan.
Salah satu jawabannya adalah rindu halaman rumah. Ya, inilah moment istimewa bagi siapapaun yang menunggu sebuah kebahagiaan. Berbagi dengan keluarga tercinta. Mengingat masa lalu yang begitu asyik untuk di replay ulang dalam pandangan mata.
Ada pepatah mengatakan “ Jika ada seseorang yang tidak rindu dengan halaman rumah bisa jadi dia tidak ingat lagi keluarga”.
Nah kalau mau melihat kata-kata di atas makanya ayoo. Ayooo jangan di usahakan tali silaturahmi yang sejak dulu ada di bangun lagi. Kita yang selama ini jauh dari keluarga, kerabat, dan halaman rumah jangan sampai menyia-nyiakan waktu luang untuk berbagi dengan mereka. Kalaupun toh kita belum bias mengunjungi mereka satu bulan sekali, di usahakan dua bulan, tiga bulan, empat bulan atau enam bulan sekali.
Kalaupun itu juga belum bias karena terlalu sibuk, ya setahun sekali. Masak sampai tidak kasihan dengan mereka yang sejak kecil menimang-nimang dalam ayunan dan gendongan. Minimal setahun sekali. Tidak etis kalau selama bertahun-tahun tak pulang.
Waktu untuk berbagi sangat beragam. Jika dia adalah seorang pelaja atau mahasiswa jangan lupa tilik ( berkunjung atau pulang ke halaman rumah) rumah. Pasti orang tua sangat merindukan kedatangannya. Karena dalam situasi lama tidak bertemu, pasti mereka sangat senang. Walaupun pulang tidak membawa oleh-oleh pun pasti mereka dapat menerima kehadiran kita dengan tangan terbuka. Tidak hanya itu saja, kalau memang sebelum pulang rumah sudah menghubungi keluarga dulu, dapat dio pastikan mereka akan bersiap-siap. Ya mungkin menyiapkan makana kesukaan, minuman vavorit atau mungkin malah ada kejutan yang lebih dari itu. Sooo tidak ada salahnya jika waktu-waktu yang baik untuk pulang rumah di manfaatkan sebagaimana mestinya.
Apabila kita sebagai seorang yang bertugas, entah PNS, tentara, pekerja pabrik atau yang lain luangkanlah waktu pula untuk mereka. Tidak ada salahnya jika hanya pulang sekali dalam satu tahun. Toh mereka juga sudah menyadari dengan situasi. Mereka akan senang sekali dengan kehadiran kita. Apalagi kepulangan itu dengan membawa oleh-oleh. Pasti akan sepoerti kegembiraan seorang yang sedang kehausan, sudah kesana-kemari mencari air minum tidak dapat-dapat lalu turunlah hujan lebat. Ohh asyiknya.
Masih ada banyak lagi sesuatu yang ajaib dari pulang ke kampong halaman. Makanya ayo, pulang. Usahakan keberhasilan kita dapat di bagi dengan mereka. Dengan keluarga. Sanak famili, kerabat dan orang-orang tercinta. Berbagilah kebahagiaan dengan sesame.
UCAPAN ADALAH JANJI SUCI
Ucapan adalah janji suci
Dan memang ucapa itu adalah janji suci
Janji yang di tunggu kenyataannya
Janji yang harus di bayar oleh siapapun orangnya
Apakah yang mereka lihat
Apakah yang mereka dengar
Apakah yang mereka piker
Apakah yang mereka angankan
Berbuat tak bertanggung jawab
Bertutur tak jujur
Berjanji tak di tepati
Dan entah apalagi yang telah di hianati
Manusia makluk termulia
Itulah pikir mereka
Namun pantaskah itu
Dengan berjanji tetapi menghianati
Semarang 24 feb. 2011
Dan memang ucapa itu adalah janji suci
Janji yang di tunggu kenyataannya
Janji yang harus di bayar oleh siapapun orangnya
Apakah yang mereka lihat
Apakah yang mereka dengar
Apakah yang mereka piker
Apakah yang mereka angankan
Berbuat tak bertanggung jawab
Bertutur tak jujur
Berjanji tak di tepati
Dan entah apalagi yang telah di hianati
Manusia makluk termulia
Itulah pikir mereka
Namun pantaskah itu
Dengan berjanji tetapi menghianati
Semarang 24 feb. 2011
MATI RASA
Dengan rasa manusia hidup
Dengan rasa manusia berharga
Dengan rasa manusia merasa
Dan hanya dengan rasa manusia muliya
Di tengah kehidupan
Perjalanan mengentak
Di tunggu oleh jutaan rintang dan haling
Di terpa oleh cemas dan harapan
Sampai ahirnya mereka sadar
Menjalankan langkah kaki
Menjaga kehidupan dan penghidupan di dunia ini
Dengan rasa dan kesadaran
Tetapi bila mana mereka yang lalai
Yang tergiur oleh iming dunia dan tahta
Tergerus oleh angan derajat yang tak sempurna
Hilanglah rasa itu dengan sendirinya
Sudahlah hidup itu
Usailah makna hidup itu
Raiplah janji surga sang pencipta itu
Hanya karena mati rasa
Semarang 24 feb. 2011
Dengan rasa manusia berharga
Dengan rasa manusia merasa
Dan hanya dengan rasa manusia muliya
Di tengah kehidupan
Perjalanan mengentak
Di tunggu oleh jutaan rintang dan haling
Di terpa oleh cemas dan harapan
Sampai ahirnya mereka sadar
Menjalankan langkah kaki
Menjaga kehidupan dan penghidupan di dunia ini
Dengan rasa dan kesadaran
Tetapi bila mana mereka yang lalai
Yang tergiur oleh iming dunia dan tahta
Tergerus oleh angan derajat yang tak sempurna
Hilanglah rasa itu dengan sendirinya
Sudahlah hidup itu
Usailah makna hidup itu
Raiplah janji surga sang pencipta itu
Hanya karena mati rasa
Semarang 24 feb. 2011
Selasa, 22 Februari 2011
Cinta adalah rasa hati
Rasa di rasa
Pandangan mata melirik
Perasaan yang di tunggu pun datang
Datang semabari berlari
Tak tahu apa jadinya
Kata teman-teman selalu menjadikan tanya
Benarkah itu
Apakah itu kenyataannya
Rasa penasaran tak kunjung pergi
Hinggap menunggu nyata
Ternyata kata ini berucap
Siaplah kau dengan kenyataannya
Balutan cemas menyimpuli hati
Tertekan oleh suara menghawatirkan
Memang cinta kadang tak seperti angka-angka
Karena cinta persoalan hati
Ingatlah wahai punggawa bangsa
Sepahit rasa jamu
Sepanas aura api
Berulang kali di ajukan permintaan itu
Tak ada simpati pun yang dapat di nanti
Penantian panjang sekumpulan manusia
Menuntuk hak yang di milkinya
Terik matahari bagi mereka
Seolah bagai ac yang nyaman di rasa
Tapi mungkinkah ini
Di rasa dan di raba
Oleh si dia pembawa suara
Dengan dalih kesejahteraan dan janji-janji saja
Kapankah ini berahir
Berahir tanpa lukka
Sesuap nasi yang mahal
Ibarat pengorbanan jiwa dan raga
Yang di sana wahai punggawa bangsa
Wahai pemimpin bangsa
Janjimu adalah hutang
Sampai kapanpun adalah milik mereka
Gelisah dalam kehampaan
Pandangan mata tak di rasa
Meskipun pakaian berwarna warni
Hati merasa gundah atas kekosongan isi hati
Mencoba mengetuk pintu yang samar
Gelisah hanyalah rasa
Kenyataan memang tak mungkin terelakan
Teriakan seperti apapun bentuknya
Seolah tanpa makna karena hampa
Telinga tidak bisa mendengar
Rintihan hati yang sedang beradu
Dalam kesunyian hati yang tanpa tujuan
Gelisah dan hampa saling menyerutu
Jumat, 18 Februari 2011
Biarkan aku mencari
Simponi di pagi hari
Berbaris dalam lamunan dan cita
Pandangan demi pandangan datang
Menengok jiwa yang bercita-cita
Salam mimpi di saat malam hari
Dalam gelap dan kesunyian
Datang sembari melambai tangan
Menggoda dan tak ingin pergi
Buku catatan hidup
Memang telah di siapkan olehnya
Meskipun jiwa raga sebagai pelaksana
Namun kenapa yang tahu hanya dia semata
Biarkan aku lari
Berlari untuk mencari
Tentang isi buku yang ku maksudkan
Dari tulisan buku kehidupan
Keagungan alam
Sambutan alam dan kedatangannya
Berulang ulang menghentakan hati
Tiupan angin tanda kehidupan
Pancaran air lambang kearifan
Bumi sebagai tempat kehidupan
Matahari sumber penghidupan
Rembulan tanda keindahan
Alangkah indah dengan hamparan alam
Pagi dan siang
Bergantian dan beriring
Sore selalu datang
Selama hari belum berahir
Alam yang agung
Di antara ciptaannya yang agung
Keagungan alam
Dan keagungan pencipta alam
Semangat Muda
Dalam sebuah kesempatan tertentu seseorang perlu evaluasi diri dan berimajinasi. Ya perlu evaluasi dan imajinasi. Keduanya ibarat baju yang selalu harus ada pada diri ini. Melekat dan terpakai dimanapun berada. Sehingga keberadaannya adalah untuk menutupi kulit dan aurat, merlindungi cuaca, serta dapat di jadikan sebagai alat untuk memperindah tubuh ini.
Evaluasi adalah usaha seseorang dalam menilai dirinya. Dapat di tafsirkan pula sebagai sebuah usaha seseorang untuk menaksir dan menilai tingkatan usaha yang telah di lakukan dengan hasil yang di capai. Apakah dia sudah baik atau belum. Apakah sudak berhasil atau belum. Itulah yang di namakan evaluasai.
Sedangkan imajinasi bisa di artikan sebagai sebuah angan. Bisa juga itu di tafsirkan sebagai sebuah mimpi, namun mimpi yang ada dalam keadaan sadar. Imajinasi memang hanyalah sebuah angan.. Meskipun imajinasi ini hanya berupa mimpi, namun yang terpenting adalah apabila imajinasi tersebut di ikuti dengan sebuah niat untuk merealisasikannya. Yakni imajinasi yang di ikuti dengan sebuah usaha untuk mewujdkan imajinasi tersebut. Itulah yang di namakan imajinasi hebat.
Berimajinasi sesungguhnya bukanlah sekedar mengekspresikan mimpi dalam sebuah lamunan. Imajinasi yang sesungguhnya adalah sebuah imajinasi yang dapat menghantarkan seorang individu agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Sehingga imajinasi yang di lamunkan itu tidak berupa lamunan tak berarti dan tanpa arti. Tetapi dari lamunan imajinasi itulah segala potensi diri seseorang akan di aktualisasikan dalam kehidupan nyata.
Manusia bukanlah sejenis malaikat. Dia sama seperti sebuah mesin. Bisa lelah atau rusak jika di paksakan pemakaiannya. Demikian juga manusia, perlu istirahat ketika telah selesai melakukan sebuah aktivitas dan rutinitas pekerjaannya. Sesekali rutinitas yang di jalaninya harus ada jedanya. Waktu jeda itulah yang selanjutnya harus mendapatkan perhatian agar tidak terbuang percuma.
Waktu-waktu istirahat adalah waktu yang baik untuk evaluasai dan berimajinasi. Entah itu ketika di malam hari menjelang waktu tidur, waktu liburan, waktu berkumpul dengan keluarga ataupun pada moment baik yang lain. Waktu ini sangat tepat sekali untuk menenangkan kembali kondisi jiwa dan merefres kondisi tubuh agar kembali stabil. Setelah berjam-jam dan seharian beraktivitas lalu bersantai ria saat itulah evaluasi dan imajinasi perlu mengendap dalam jiwa raga ini. Keduanya harus dapat bersinergi. Sehingga dapat di ketahui seberapa besar prestasi yang telah tercapai dan apa kekurangannya.
Evaluasai dan imajinasi dalam hal ini sangatlah penting. Karena keduanya merupakan ruh dari eksistensi diri yang sesungguhnya. Namun tahukah kamu dari mana keduanya muncul.
Perlu kita tahu bahwa dalam ilmu psikologi ada salah satu bentuk aktivitas tubuh yang tak terlihat. Dia dapat di amati manakala sudah di aktualisasikan dalam tindakan konkret. Itulah yang di sebut dengan pikiran.
Orang dapat sukses tergantung bagaimana dia membentuk sebuah pemikiran atau gagasan. Seorang einstin dapat di kenal oleh ilmuan pada umumnya dan para pecinta ilmu fisika pada khususnya di penjuru belahan dunia di karena kebatannya dalam berfikir. Dia adalah seorang yang tidak lulus sekolah menengah namun cerdas. Itulah salah satu contoh efek kekuatan pikiran. Dan di akui ataupun tidak Inilah hebatnya berfikir.
Apa yang di pikirkan seseorang itulah eksistensi dirinya. Segala ucapan dan tingkah laku seseorang pasti tidak luput dari bagaimana seseorang tersebut berfikir. Baik itu ucapan maupun tindakan seseorang tidak lain dan tidak bukan pasti ada keterkaitannya dengan cara berpikir dan cara pandang seseorang.
Cara pandang yang baik adalah pandangan yang matang. Yakni sebuah cara pandang yang di landasi dengan pandangan obyektif terhadap semua realitas yang ada. Dari cara pandang yang matang ini seseorang akan mampu membawa dirinya dimana dan kapanpun berada. Sehingga pandangan hidup dan idealisme diri tumbuh dan berkembang secara baik, ideal dan berbobot.
Singkat namun berbobot. Inilah falsafah nenek moyang kita. Dan itulah cara pandang yang telah di akui khalayak akan nilai filosofinya. Banyak orang-orang besar dalam hal ini dengan segala latar belakang mereka telah menerapkan slogan tersebut.
Benar sekali, jika beleh di komentari, slogan tersebut dapat di ibaratkan sebagai rumus paten dalam hidup. Artinya slogan itu dalam hidup dan kehidupan hendaknya harus selalu di jadikan tolok ukur seberapa jauh kuantitas dan kualitas usaha yang di lakukan. Yakni tolok ukur tentang bagaimana seseorang mempunyai kesadaran diri terhadap apa yang di cita-citakan dengan usaha yang harus di lakukan. Inilah cara pandang yang harus ada dalam benak setiap orang. Cara berpikir yang harus tertanam dalam-dalam bagi siapapun yang menginginkan cita-cita hidupnya dapat tercapai.
Jika melihat sekilas tentang falsafah di atas maka dapat di ungkap bahwa salah satu esensi falsafah tersebut adalah adanya tuntutan agar setiap orang bersemangat. Orang harus menanamkan cara pandak dan pemikiran yang konsatruktif. Misalnya saja semangat berpikir, semangat bekerja, dan yang terahir semangat bertawakkal kepada yang maha kuasa. Inilah semangat yang di sebut-sebut oleh beberapa orang sebagai semangat muda.
Cara pandang semangat muda seperti inilah perlu di sosialisasikan kepada semua orang. Karena saat ini tantangan hidup lebih keras dan kompleks. Persaingan hidup kian hari kian panas.
Semangat muda ialah semangat yang muncul karena adanya motivasi yang kuat. Memang biasanya semangat seperti inilah semangat yang mendarahdaging dalam jiwa kawula muda. Karena secara biologis, kawula muda masih mempunyai kesempatan yang selebar-lebarnya untuk berkarya. Dan karena memang sepak terjang kaum muda lebih luas. Entah itu dari segi umur yang masih panjang, kesempatan yang masih terbuka lebar, kesehatan yang bagus dan integritas yang baik.
Perlu di perhatikan bahwa, tidak berarti semangat muda ini pasti di miliki oleh insan muda. Semangat muda ada kalanya itu timbul dari dua sisi atau hanya satu sisi atau bahkan tidak sama sekali.
Semangat dua sisi artinya sebuah semangat yang di timbulkan dari segi jenjang umur dan kualitas jiwa kepemudaannya. Apabila semangat itu di timbulkan oleh anak muda dan di barengi dengan kualitas semangat yang baik, maka itulah termasuk sebagai jenis semangat muda dua sisi.
Semangat ini biasanya terilhami oleh motivasi yang baik dari dalam jiwa. Kawula muda seperti ini melakukan aktivitas mereka tidak sekedar mengisi waktu luang. Beraktivitas tidak hanya sekedar aktivitas. Tidak hanya sekedar karena gengsi dengan orang-orang kaya atau karena cemoohan. Tidak semata-mata di karenakan oleh sebuah tawaran duniawi yang pragmatis, instan, dan tanpa makna. Namun kesemuaan dari gerak gerik, ucapan, tindakan dan langkah hidup di dasarkan oleh adanya semangat esensi kepemudaan yang sesungguhnya. Sehingga mereka tidak akan mudah terombang ambing oleh iming-iming materialistik atupun benda keduniaan lain. Apalagi terlena oleh iming-iming yang tak seberapa jumlahnya. mereka akan fokus pada esensi semangat muda, tidak yang lainnya. Sehingga yang menjadi pegangan adalah adanya rasa tanggung jwab, kebersamaan, perjuangan, pengabdian masyarakat, dan dedikasi mereka kepada agama, bangsa dan negara.
Lihat saja dalam buku jejak seratus satu tokoh islam di indonesia . Buku yang di tulis oleh saudara baduatul roziqin, badiatul muchlisin asti , dan djunaidi abdul manaf itu sangat apik untuk di simak. Mereka bertiga mengungkap dalam buku yang di tulisnya mengenai jejak orang orang hebat yang memilki semangat muda tinggi. Orang-rang yang di ceritakan mereka bertiga adalah mereka adalah tokoh tokoh ummat. Yakni seseorang yang dulu merupakan tipe orang yang mempunyai jiwa semangat kepemudaan yang tinggi. Mereka mau berubah sekaligus mau mengubah tatanan kehidupan yang semestinya di benahi. Orang-orang yang mau berjuang.
Di antara tokoh tersebut antara lain ahmad tohari, sang sastrawa, intelektual, sekaligus tokoh agama yang sangat sederhana dalam hidup. K.H Syahal mahfudz, seorang kiyai yang cerdas yang pernah menjabat sebagai ketua MUI tahun periode 2000-2005. tidak itu saja, beliau juga seorang yang ahli menulis. Di antara tulisannya yang kontemporer adalah thariqat al hushul ila ghayah al ushul, al bayan al-milamma an alfaz al-luma, nuansa fiqih sosial dan lain sebagainya. beliau juga di di nobatkan sebagai Rektor institut islam NU di jepara. Dan masih banyak lagi orang-orang hebat karena memegang falsafah hidup semangat kepemudaan.
Sedangkan semangat muda satu sisi adalah semangat muda yang ada dalam diri seseorang, namun bukan merupakan kesatuan dari unsur semangat muda yang di maksud. Semangat seperti ini meliputi, dua konsepsi. Yakni kawula muda yang tidak memilki semangat, hanya umurnya saja yang muda dan seorang yang sudah tua tetapi baru mempunyai semangat jiwa muda.
Untuk anak muda yang tidak memilki semangat kepemudaan dapat di ibarat sebagaimana halnya sebuah kereta tanpa penumpang. Kereta yang tanpa penumpang pasti tidak berpenghasilan. Jika konsep seperti ini ada dalam jiwa seorang pebisnis misalnya, maka dapat di pastikan dia akn mengalami kerugian dan gulung tikar. Sudah barang tentu tidak mungkin ada pendapatannya. Karena bagaimanapun jalan tidaknya sebuah kereta harus di kondekturi oleh seorang masinis. Sedangkan jika seorang masinis itu tidak mungkin mau menjalankan tugasnya sebagai pengemudi kereta kecuali ada gajinya. Sedangkan gaji itu sendiri pendapatannya adalah dari penarikan uang yang di peroleh dari pembayaran setiap penumpang. Jika kereta berjalan tanpa penumpang dalam arti hanya membawa gerbong saja, maka akan terjadi kerugian.
Begitu juga kaum muda yang masih terbuka lebar kesempatan untuk meraih cita-citanya, apabila waktu tersebut tidak di gunakan dengan baik, maka yang akan terjadi adalah kerugian. Memang semasa masih muda sering mengungkapkan pepatah” masih kecil bahagia, saat muda poya-poya, waktu tua bahagia, dan saat mati masuk surga”. Itu sah-sah saja. Tidak ada yang melarangnya. Tetapi alngkah lebih baiknya jika kita itu berusaha realistik. Jangan terlalu mengelu-elukan impian. Impian adalah impian. Jika tidak ada tindakan untuk mewujudkan niscaya itu lebih pahit rasanya dari pada biji mahoni yang terjatuh dari pohonnya di saat musim angin tiba.
Konsep semangat muda yang kurang baik selanjutnya adalah jika semangat muda itu baru tumbuh manakala rambut ini sudah beruban. Semangat muda yang baru muncul saat telah tua.
Tak dapat di bayangkan bagaimana semangat muda yang seperti ini muncul malah ketika balung dan energi tubuh ini mulai berkurang bahkan hilang. Namun jika di telisik dengan kacamata skala prioritas, itupun belum jelek-jelek amat. Lumayan. Dari pada tidak sama sekali. Namun apakah tipe semangat muda yang seperti ini di jadikan inspirasi. Tentu hanya orang tidak waras saja yang mengagung-agungkan semangat muda yang seperti ini.
Tipe orang yang terahir adalah tipe orang yang tidak punya semangat muda sama sekali. Lebih parah lagi jika dalam jiwa dan raga mereka tidak ada sedikitpun jiwa semangat. Semangat saja tidak ada, apalagi semangat muda. Orang seperti ini dikatakan hidup tapi tak hidup. Di sebut sebagai orang mati, tapi juga tak seperti orang mati. Dia ada tetapi seperti tidak ada. Adanya dia itu tidak ada. Namun memang sebenarnya dia ada. Merepotkan pokoknya.
Sehingga ahir konklusi dari artikulasi di atas yang terpenting adalah jika dalam diri serseorang bersemayam jiwa semangat muda dan motivasi , maka harus di buktikan dengan adanya tindakan konkrit dan realistis. Pada akhirnya apapun falsafah yang menjadi slogan hidup akan membentuk pribadi seseorang menjadi pribadi yang tangguh. Pribadi yang tidak akan lapuk oleh gerusan kerasnya kompetisi hidup dan tantangan dunia global. Sehingga seseorang akan dapat menjadi seorang individu yang bermotivasi, memilki kapasitas sekaligus kualitas berpikir yang tinggi untuk selanjtnya akan di realisasikan dalam dunia nyata.
Oleh : @fauzin el-banjari
Selasa, 08 Februari 2011
TIDAK PANTAS JADI PENGEMIS
Tahun 2011Hari selasa 25 januari
Aku berjalan di siang hari menuju kampus. Ujian semesteran baru saja usai seminggu yang lalu. Jika melihat kalender akademik sudah barang tentu hari-hari seperti ini bukanlah jadwal masuk kuliyah. Atau juga bukan merupakan hari aktiif seperti hari-hari biasa. Ada sih sebagian mahasiswa yang keluar-masuk kampus, tetapi mereka paling-paling hanya Cuma sekedar main. Entah ke perpustakaan lihat-lihat buku atau pada janjian pada ingin pergi liburan sama teman-teman yang lain.
Sebagai mahasiswa semester tiga yang tinggal di masjid, aku harus merelakan hari libur untuk tidak pulang kerumah. Pada hal sebetulnya hatiku ingin ketemu ayah dan ibu adik, keponakan serta sanak keluarga yang lain. Terutama nenek, yang selalu menanyakan diriku jika terlalu lama tidak pulang dari kuliyah. Karena sejak kecil, kira-kira aku sudah bisa di tinggal orang tuaku bekerja, penjagaan dan perawatanku setiap hari di urus beliau. Sehingga wajar saja kalau nenek sering bertanya tentang aku saat aku tidak berada di rumah terlalu lama sehingga beliau merasa seolah kehilangan. Kangen sepertu itu adalah hal yang wajar. Dalam hati, aku ingin sekali bertemu mereka semua dan kampung halamanku.
“Ya tuhan!!!!!!,aku pengen pulang ke rumah” batinku setiap hari.
Tetapi harus bagaimana lagi karena ini tanggung jawab dan amanah dari masyarakat yang sudah mempercayakan sepenuhnya untuk merawat dan meramaikan masjid. Maka tidak ada keputusan lain kecuali tetap berada di kota semarang , tempat kampusku berada. Aku harus ikhlas untuk tidak pulang ke rumah. Meskipun pada hari itu sebenarnya libur, teman-temanku pada pulang, aku berupaya seolah tidak peduli akan hal itu. Aku harus tetap menjaga masjid ini, rumah tuhan, tempat orang-orang beribadah, dan tempat aku belajar bermasyrakat.
Sekitar pukul setengah sembilan, aku pergi ke kampus. Apakah yang akan aku lakukan pada waktu liburan seperrti ini?. Maksud aku ke kampus tidak lain dan tidak bukan adalah mencari buku. Meminjam buku perpustakaan yang isinya berhubungan dengan pelajaran pesantren. Aku harus secepatnya mendapatkan buku-buku itu dari perpustakaan, agar waktu-waktu yang lain dapat di pergunakan untuk keperluan yang lain pula.
Niatku sudah bulat. Hatiku berkata sendiri, menasehati diriku
“ Kamu hari ini harus foto kopy buku ini, agar nanti sudah ada persiapan untuk mengajari Titu (Nama panggilan anak dekat masjid )”.
Kenapa aku harus mencari buku ke perpustakaan kampus pada hal hari libur. So pastinya kalender akademik kampus tidak menunjukan bahwa hari itu hari masuk kuliyah. Alasannya adalah aku di kota semarang , kuliyah seperti sekarang ini tidak membawa buku-buku pesantren. Meskipun aku pernah di pesantren selama tiga tahun ternyata aku belum bisa menguasai materi-materi yang dulu pernah di ajarkan tanpa melihat-lihat isi pelajarannya. Sehingga apabila aku tidak mempunyai buku tersebut aku tidak bisa apa-apa. Apa bila di beri amanah untuk mengajari anak yang akan masuk ke pesantren maka syarat mutlaknya harus mempunyai buku.
Ceritanya begini, seminggu sebelum hari itu, aku di di datangi seorang ibu yang tidak lain adalah ibu titu. Tepatnya tanggal 19 januari, pada saat sore hari beliau datang ke masjid dengan putranya menemuiku.
“ Assalamualikum, lagi apa mas” tiba-tiba terdengar suara seorang anak kecil mengucap salam dari luar kamar. Tiba-tiba Titu masuk ke kamar masjid. Kamar inilah tempat dimana penjaga masjid tinggal.
“Walaikum salam, ada apa titu kok sore-sore kesini. Ini lagi nulis sedikit” jawabanku.
“Mas kamu di panggil ibu” sontak dia tidak menghiraukan pertanyaanku padanya.
Aku heran. Di tanya tidak di jawab dahulu malah langsung nyuruh-nyuruh. Titu malah langsung menyuruhku menemui ibunya yang berada di serambi masjid.
Aku heran, ada apa gerangan ibunya mencariku. Aku tidak tahu. Aku juga belum tahu. Sehingga kata hatiku meyakinkan diriku untuk langsung menemui ibu tersebut.
Tanpa banyak tanya aku langsung menuruti permintaannya. Keluar menemui ibunya yang katanya telah menungguku di luar. Pada hal waktu itu sebetulnya aku belum mandi. Karena pada waktu itu belum sampai jam 17.30 WIB sehingga aku belum mandi. Waktu yang belum terlalu sore untukku. Sehingga dengan agak terpaksa karena merasa kurang sopan hanya memakai kaos putih dan bersarung aku datang memenuhi permintaan beliau.
Dari agak kejauhan, aku memandang Ibunya titu pada waktu itu menghadap ke arah timur. Beliau memandangi jalanan yang ramai oleh kendaraan yang sedang lewat. Lalu ternyata tiba-tiba ibu tersebut memalingkan pandangannya menghadap pada aku.
Pertama-tama aku menampakan muka senyum kepada beliau. Agar terlihat sumeh, dan bisa bermasyarakat. Setelah aku duduk menghadapnya tanpa bosa-basi ibu tersebut langsung bertanya pada aku.
“Mas kamu bisa apa tidak, semisal ngajari titu?”pinta ibu ke aku.
“ Pripun bu ( ada apa bu’) ’” tanyaku balik meminta kejelasan.
“ Begini dik titu kan akan masuk pesantren setelah lulus ujian nanti. Kalau di hitung-hitung dia di rumah masih sekitar enam bulanan lagi. Lha ini agar tidak ketinggalan pelajaran dengan anak-anak yang lain aku mohon kamu bisa ngajari dia materi-materi pondok” pintanya padaku.
“ Materinya apa saja ya bu?” aku meminta kejelasan pada beliau. Aku kawatir kalau seumpama nanti pelajaran yang ku ajarkan kurang pas dengan pelajaran pondoknya, jadi tidak enak.
“Alah dik itu lho paling-paling pelajaran dasar bla bla bla……” beliau menjelaskan ini dan itu tentang pelajaran dasar yang di maksud beliau.
“ Ya udah bu, begini sekarang waktunya kapan. Karena kalau setelah magrib aku ngajari afil, putranya bapak rifai “. Jawabku.
Aku minta kelonggarannya agar jadwalnya tidak tabrakan. Karena afil juga minta di ajari les setelah magrib. Sehingga aku berusaha minta penjelasan lebih detail terkait kapan waktu yang tepat untuk mengajarinya.
“Biasanya dia senengnya selesai sholat magrib dik, setelah sholat jamaah saja. Biar nanti sekalian bisa sering ikut jamaah sholat di masjid. Kalau di rumah sholatnya itu sulit sekali. Kalau tidak di ingatkan selalu saja lupa”. Ibunya titu menceritakan keseharian titu. Seoalh beliau kerepotan mengatur aktivitas anaknya tentang praktik ibadah.
“ Berarti ini kalau minta bakda magrib, benturan dengan mas afil. Aku ndak bisa bu kalau waktunya seperti itu.” Aku bingung harus mencari waktu mengajar yang tidak benturan antara keduanya. Kepalku berputar-putar mencari jalan keluar yang kiranya tepat untuk menyelesaikan masalh ini. Tidak lama kemudian munculah ide dari pikiranku.
“ Atau mungkin begini saja bu, nanti malam aku tak matur matur ibunya afil kalau dik titu nanti minta di ajari ngaji yang jadwalnya setelah magrib. Sedangkan jadwal ini benturan dengan jadwal ngajinya kak afil. Sehingga harus di cari jadwal yang pas, agar satu sama lain semuanya dapat belajar. Aku tak berusaha meminta agar nanti mas afil yang bakda sholat isyak saja sedangkan dik titu yang bakda sholat magrib.
“Kalau sudah ada kesepakatan nanti saya akan datang mengabari ibu ke rumah” alhamdulillah sepertinya tawaran ini bisa di lakukan. Dan aku berharap demikian.
“ Ya sudah mas, sampean atur saja. Yang penting nanti titu bisa mengikuti materi pondok dengan mudah, karena sudah ada persiapan dari rumah”.
Adzan magrib telah berkumandang. Masjid al-falah, sebagai salah satu masjid di perumahan di kota semarang terlihat ramai. Banyak kaum muslim di waktu magrib yang menyempatkan sholat berjamaah. Sehingga nuansa kebersamaan, krukunan, nuansa guyub dan nuansa persaudaran masih sangat tersa. Meskipun sebenarnya ini berada di kota namun masyrakat lingkungan sini masih menjaga nilai-nilai tersebut agar tetap lestari sebagai simbol kekeluargaan yang tak bisa terlepaskan dari kepribadian masyarakat zaman dahulu. Meskipun berada di lingkungan perkotaan namun nuansa kearifan pedesaan selalu di jaga kelestariannya.
Waktu sholat berjamaah telah usai. Aku harus segera bergegas munuju rumah bapak rifa’I untuk mengajari afil alqur’an. Di tengah-tengah proses belajar mengajar, aku sesekali bertanya pada afil. Bagaimana kalau kak afil ngajinya pindah jam, yakni bakda sholat isya. Ternyata jawabnnya dia kurang setuju dengan jadwal itu. Terpaksa aku harus menunggu pembelajaran ini selesai dahulu baru nanti matur dengan ibunya.
Setelah aku selesai mengajari dik afil aku matur tentang permintaan ibunya titu tadi sore. Aku berusaha dengan permintaan yang sopan, agar tawaran jadwal yang aku ajukan dapat di terima. Eh ternyata kedua kalinya afil kurang setuju dengan jaml privat yang jadwalnya setelah isya’. Ibunya pun demikian. Beliau takut kalau jadwal privat setelah isya’ itu terlalu malam untuk afil. Nanti takutnya sekolahnya ngantuk. Atau mungkin waktu belajar untuk materi sekolah jadi berkurang.
Dengan tanggapan ini aku merasa tidak enak. Seumpama aku tidak usaha mencari jalan solusinya, maka aku nanti mengecewakan ibunya titu. Padahal ibunya titu sudah kesana kemari mencari oorang yang siap dan sanggup untuk membimbing dan mempersiapkan titu yang akan masuk ke pesantren.
Dengan nada memelas akupun berusaha menjelaskan, menerangkan, serta membujuk afil dan ibunya agar jadwal privatnya afil dapat di rubah. Setelah beberapa kali aku memberikan alasan yang masuk akal, alhamdulillah mereka dapat memberikan ruang padaku. Dan mereka malah mendukungku akan upaya yang akan ku lakukan. Memperkenankan diriku mengajari afil setelah sholat isak.
“Alhamdulillah ya allah akhirnya ada jalan keluarnya” aku merasa lega dengan keputusan yang mereka berikan.
Selang dua hari akupun langsung menyampaikan berita gembira ini kepada ibunya titu. Di sana aku berusaha menjelaskan keterangan yang aku dapatkan dari negosiasi kemarin. Aku juga meminta beliau agar kegiatan belajar mengajar di mulai saja di minggu depan. Karena selain aku harus menyiapkan materi dan kurikulumnya, aku juga punya kewajiban memimpin ngaji tahlil di salah satu rumah warga yang baru kemarin meninggal.
Pikiranku berputar-putar. Mengingat-ingat masalah kemarin yang sedang aku hadapi. Yaitu masalah menyiapkan materi pelajaran titu sekaligus metode yang tepat untuk mengajari pelajaran yang mungkin bagi titu belum pernah mengetahutinya. Memang selama bertahun-tahun dirinya sudah tidak lagi belajar ngaji layaknya anak-anak TPQ yang lain. Inilah yang menjadikan permasalahan untukku. Kalau aku mengajarkan ini dan itu, tetapi materi dan metodenya kurang pas berarti bisa di tebak, delapan puluh persen dia keberatan. Tidak paham apa yang aku samnpaikan kepadanya.
Pada hari itu juga tanggal 25 januari 2011 ini aku pusing tuyjuh keliling. Biasanya tanggal tua identik dengan penyakit dompet kosong alias tidak punya uang. Ya aku memikirkan dompetku yang uangnya tinggal dua puluh ribu.
“ Berarti ini hanya cukup untuk foto kopy buku panduan untuk mengajari titu saja!!!!!!!!!!”. Kata dan keluh kesahku dalam hati.
“Uangku hampir habis. Ternyata sebualan ini banyak kebutuhan tak terduga yang sering harus ku cukupi. Sehingga seginilah sisanya.”
Maklum akhir-akhir ini kebutuhan keseharianku tidak dapat di tebak. Ada saja kebutuhan pengeluaran uang yang tiba tiba harus di penuhi. Yang paling membuat uangku terkuras habis adalah karena masalah pompa air masjid yang pada waktu itu sering rusak. Sehingga uangku harus aku pergunakan terlebih dahulu untuk menutupi biaya perbaikan sanyo itu. Baik itu untuk memanggil tukang air, biaya perlengkjapannya, tukang servisnya, sampai biaya membelikan konsumsi tukang yang membetulkan pompa tersebut selama berhari-hari.
Dengan agak terpaksa, pembiayaan itu semua aku talangi dulu, karena keuangan masjid akhir-akhir ini tidak bisa mencukupi biaya oprasional bulan tersebut.
Rabu dua puluh tujuh januari 2011
Dari tempat tinggalku, aku telah berniat. Niatku ialah untuk memfotocopi buku perpusatakaan kampus yang kemarin aku pinjam. Foto copi buku itu akan aku gunakan sebagai dasar acuan pengajaran untuk titu. Setelah selesai beres-beres membersihkan sekitar masjid, aku segera mandi. Setelah itu aku siap-siap ke kampus. Buku-buku yang aku pinjam dari perpustakaan kemarin ku masukan ke dalam tas. Ada tiga jenis buku yang akan aku foto copi. Dan kesemuanya adalah buku-buku pesantren yang berbahasa indonesia , bukannya kitab kuning seperti di pondok-pondok klasik.
Meskipun terik matahari sangat panas dan tak mau mengalah, aku tetap bulat pada niatku untuk foto copi. Sehingga meskipun tidak memakai kendaraan untuk sampai lokasi, dan ini juga agakl berat bagiku tetap saja ku kuatkan kakiku menyusuri lorong perumahan yang berkelok-kelok dan panjang.
Dalam hatiku “ Ya Allah panas sekali siang ini!, pada hal tadi malam hujan sangat deras, bahkan tadi pagi agak mendung.”
Perubahan cuaca zaman sekarang memang tak seperti dulu. Pada zaman dahulu musim hujan atau kemarai dapat di tebak. Tetapi memang mungkin zamannya sudah tua. Cuaca semakin ekstrim dan sulit di prediksi. Jika kira-kira tahun ini ada dua iklim yang teratur mungkin untuk tahun depan tidak demikian. Bisa saja setahun panas terus, kemarau berkepanjangan. Dan bisa saja setahun penuh musim penghujan terus. Semoga saja ada jalan keluar yang dapat menanggulangi cuaca yang demikian yang di ikuti oleh kesadaran seluruh manusia di berbagai belahan dunia akan pentingnya menajaga kestabilan alam lewat langkah-langkah yang positif.
Dengan di penuhi rasa panas aku harus hati-hati, menyusuri pinggiran jalan raya yang sarat dengan kedaraan yang hilir mudik. aku berusaha menjangkau lokasi foto copi meski panas tak dapat terelakan.
Setelah sekitar dua puluh menitan aku mulai lega, sehingga bisa menatap bangunan foto copi yang semakin dekat.
“Akhirnya aku sampai juga” batinku.
Antrian agak lama. Anak-anak perkuliyahan semester tua pada saling beergantian meminta untuk di layani. Pada saat yang bersamaan aku menjumpai kakak smesteranku yang kelihatannya aku mengenlnya. Kalau tidak salah sudah semesterr delapan. Mungkin tinggal ngurus skripsi.
“Mas” dia memanggilku.
Meskipun usianya lebih tua dari aku namun dia sering memanggilku demikian. Sejak kemarin satu paket dan satu kelas mata kuliyah psikologi anak dia memang agak akrab denganku. Sering berkomunikasi, saling menyapa.
“Oh ya mas!” aku membalasnya.
Terus aku bertanya“ lho libur gini masih ngurus foto copi mas, sampean tidak liburan tho?”
“Alah kok liburan, yang penting aku nyelesaikan kewajibanku dulu. Ini masih ngurus tugas skripsi,”jawabnya padaku.
“ Ooo!!!!!!!!!!!!!, begitu. Lha memangnya kalau di urus besuk-besuk kenapa mas?. Waktunya libur mending liburan mas. Kaya tidak ada hari lagi saja!.” Gurauku sambil tersenyum.
Secepat kilat dia langsung menjawabku.
“ Biar cepet lulusnya lah, aku tidak ingin kuliyah lama-lama. Delapan semestewr cukuplah. Tidak ingin tua di kampus.”
“Ya sudah, semoga masnya cepet lulus. Sekalian cepet kerja. Biar nanti bisa nulari aku” kataku mendukungnya.
Aku sangat suka jika ada seseorang itu memilki tarjet dalam setiap hal. Harus ada tarjet di dalam setiap kariernya. Sehingga umur yang di berikan oleh tuhan kepadanya tidak terbuang percuma.
“ Trimkasih, ya di doakan saja. Semoga cepet kelar semuanya. Ya sudah aku duluan lho. Sampai ketemu lagi!. Tak doakan kamu juga baik kuliyahnyanya. Juga cepet lulus dan segera mendapatkan apa yang di cita-citakan” Imbuhnya panjang lebar.
Memang suasana foto copy pada hari itu tidak terlalu padat namun boleh di kata termasuk ramai. Biasanya aku kalau foto copi di tempat ini pagi hari sekitar jam delapanan. Tetapi untuk hari ini memang tidak seperti biasanya. Karena harus membersihkan masjid dulu, sehingga agak molor, sampai agak siang seperti ini.
Ahkirnya setelah mengantri selama sekitar hampir dua puluh menit tiba giliranku. Aku di panggil pelayan foto copinya.
“Mas pengen foto copi?” seorang wanita paruh baya memanggil untuk menawariku. Di menanykan apakah aku ingin memfoto kopi atau perlu yang lain.
“Ohh ia bu’!!!. “ jawabku agak kaget.
“ Bu’ biasa ya. Ini di foto copy buram di perpanjang seperti biasannya saja biar cepet” pintaku padanya.
“Seperti kemarin mas?” dia mencoba bertanya kembali agar lebih jelas.
“Ia, kayak kemarin bu’, tidak usah kertas putih mahal kok”.
Aku menjelaskan kembali padanya. Memang kemarin aku pun juga telah foto copi di tempat ini.
“Jangan lupa bu’ saya nanti tolong di kasih nota, biar nanti bisa ada hitung-hitungannya”terangku kepadanya.
Ku jelaskan ibu tadi menganai bentuk fotocopi yang aku inginkan. Aku biasanya minta kertas buram, di perkecil, dan di jilid panjang. Kenapa kertas buram. Karena memang aku biasanya seperti itu. Kertas buram, berarti sederhana. Yang penting inti materi yang di foto copi dan di pelajari. Kalau toh foto copinya kertas bagus, akan tetapi tidak di pakai untuk belajar, kan sama saja. Lebih baik foto copinya sederhana, akan tetapi di fungsikan dengan sebaik-baiknya. Dalam arti apabila tujuan awal foto copi adalah agar bisa mempelajari materi foto copian tadi, maka setelah di foto copi ya harus di gunakan sebaik-baiknya. Tidak lantas hanya sekedar punya foto copiannya.
Terus kebiaasaanku foto copi di perkecil, apakah menandakan bahil?. Menurutku tidak juga. Memperkecil foto copian, maksudnya adalah agar buku yang di foto copi tidak menumpuk sampai menggunung. Karena kalau setiap kali foto copi buram tidak di perkecil, bisa-bisa akan memenuhi rak buku. Bisa juga, di perkecil bertujuan agar buku tersebut lebih simpel. Tidak berat jika harus di bawa kesana kemari.
Keseringan dariku, memfoto copi di perpanjang. Di perpanjang biasanya lebih menghemat waktu.
Pelayan biasanya mengeluh kalau ada orang yang foto copi Cuma satu buku, lantas dia menginginkan hasil foto copiannya itu di jilid seperti percetakan sungguhan. Mereka sering mengeluhkan yang demikian. Kalau memang pesannya banyak tidak apa-apa. Karena nanti itu bisa ada nilai lebihnya.
Sebenarnya foto copi seperti ini sepenuhnya aku kurang setuju. Meskipun memakai kertas buram, di perkecil dan di perpanjang itu hemat biaya, namun sebetulnya dalam hati kecil tidak menginginkannya. Karena bagaimanapun yang lebih baik adalah apabila ada seseorang yang memilki buku, tetapi buku tersebut memang betul-betul asli dari percetakan. Bukanya buku yang di dapatkan dari hasil kopian.
Sambil menunggu sebentar, duduk-duduk di sebelah selatan foto copy tiba-tiba ada seorang bapak-bapak datang. Tak di sangka dia datang, menyadarkanku yang tadi melamun memandangi hilir mudik kendaraan. Sebelumnya aku melihat bapak tersebut berjalan sangat cepat. Karena mungkin ingin segera bertemu seseorang. Eh malah dia langsung menghampiri diriku.
“Mas!!!!!” bapak itu memanggilku.
Bapak iru membawa tas berwarna merah agak kehitam-hitaman. Tas tersebut di tanting di atas pundak sebelah kiri. Kalau di lihat-lihat memang dia masih belum terlalu tua. Namun peretama kali aku melihat parasnya terbesit dalam hatiku tentang sebuah pertanyaan.
“ Lah kenapa bapak ini?” tanyaku di dalam hati
“Mas!!!!!!!!!!!!!!!”kedua kalinya dia memanggilku.
Tak heti-hentinya dia menengadahkan tangannya, seoalh mengharap sesuatu dariku. Dan ternyata kalau di amati bapak itu memang seoalh sedang meminta-minta. Sudah pasti dia bermaksud ingin meminta uang.
Sebelum aku tahu jelas tentang kedatangan bapak tadi batinku bertanya ”Aku heran, apa benar bapak yang masih sehat seperti ini tega-teganya mengemis?.”
“Mas paringi”( Mas Beri Uang) orang tadi menungguku.
Ternyata dia tak pindah dari tempat ia berdiri. Berkali kali aku mencoba berusaha tidak tahu menahu akan keberadaannya, semakin dia mendekatkan kedua tangannya ke mukaku. Dan pastinya dia semakin memksaku agar aku memberinya uang.
“ Ada apa pak?” tanyaku sambil berusaha mengelak darinya. Aku paling tidak suka kalau ada orang yang memaksa seperti itu. Kesel banget pokoknya menghadapi orang seperti ini.
Tetapi aku tidak langsung memberinya uang. Karena aku pikir yang sebenarnya harus memberi pengemis ini adalah pihak foto copi. Sehingga aku berusaha untuk mengarahkan bapak tadi agar meminta pada tukang foto copinya.
Beberapa kali aku menunjukan tanganku ke arah tukang foto kopi agar dia meminta pada ibu pengelola foto copi itu. Ehh tapi ternyata tukang pengemis itu sangat keras kepala. Dia malah semakin memanggil-manggil aku.
“Mas!!!!!!!!. Tulung mas.”pengemis ini malah tidak mau pergi. Dia malah semakin memperkeras suaranya memangilku dengan nada meminta.
Dalam hatiku, aku sangat bosan dengan orang-orang seperti ini. Aku ingin berteriak keras. Sekeras suara seseorang yang sedang benci terhadap orang yang di bencinya.
“Ya tuhan. Pak….!!!!!!!!!!!, kamu minta ibu foto copi saja. Jangan minta aku. Aku ini bukan yang punya foto copi ini!!!!.” Kata hatiku berteriak, menjeritkan suara hati yang tidak hiraukan pengemis ini.
Aku berharap agar dia mau mengemis saja kepada ibu fotocopi. Aku ulangi permintaanku ini. Namun memang bapak tadi sangat menjengkelkan. Berulang kali aku memperingatkannya lewat isyarat dan pandanganku, agar tidak memintaiku yang pada waktytu itu banyak hutang , ternyata tidak ada respon.
Sampai akhirnya aku menyerah karena jengkel tidak kuat dengan sikap bapak tersebut.
Dengan agak terpaksa aku keluarkan selembaran uang. Ya itu nominalnya Cuma seribu rupiyah. Jumlah yang tak terlalu banyak sih. Tetapi aku sabetulnya sangat membutuhkannya.
Dalam hati aku sangat menginginkan uangku itu untuk keperluan lain. Namun bapak tadi memang menurutku telah sangat keterlaluan.
Yang aku heran adalah masak orang masih sehat, seger, kuat dan pastinya masih usia produktiv kok tega-teganya meminta-minta. Dan menurutku, bapak tadi Tidak pantas menjadi pengemis. Karena memang secara lahiriyah dia masih belum bisa terkategirikan sebagai golongan orang orang yang pantas menjadi pengemis.
Langganan:
Komentar (Atom)